• M Noer MBS

PEKANBARU -- Diperkirakan RAPBD Perubahan Kota Pekanbaru tahun 2016 nanti hanya mencapai angka Rp 2,4 sampai 2,5 triliun saja. Jumlah ini sangat turun drastis dari APBD Murni Pekanbaru 2016, yang berjumlah  Rp 3 triliun lebih. Turunnya berasan ini disebabkan berbagai macam faktor.

Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pekanbaru, M Noer menjelaskan bahwa untuk RAPBD P2016 terjadinya penurunan yang tajam. Hal ini dipengaruhi akibat minimnya pendapatan yang diperoleh oleh Kota Pekanbaru.

"Pendapatan yang dimaksud, selain berasal bantuan dari pusat juga dari PAD sendiri yang tidak sesuai target. Hal inilah yang memicu penurunan RAPBD,"ujarnya, Kamis 4 Agustus 2016.

Ketika ditanya angka pasti RAPBD P tahun 2016,  M Noer mengatakan bahwa angka pastinya belum bisa saat ini. Karena angkanya baru akan diketahui setelah menjadi APBD P. Sedangkan saat ini pihaknya baru memulai pembahasan dengan Tim Anggaran Pemko Pekanbaru.

"Untuk angka pastinya belum dapatlah, kan masih pembahasan. Meski demikian tetap saja akan ada pengurangan, jika dibanding APBD murni sangat tinggi,"paparnya.

M Noer juga menambahkan, rendahnya realisasi PAD sampai bulan ke 7 tahun anggaran 2016 ini, juga sangat memperparah keuangan Pemko Pekanbaru. Karena menurutnya, dari total target PAD sekitar Rp 1,2 miliar namun yang terealisasi sampai saat ini masih belum sampai separuhnya.

"Dengan adanya berbagai terobosan, kita masih berharap sebelum akhir tahun nanti perolehan PAD bisa meningkat. Namun ini tergantung, bagaimana SKPD mengejar potensi PAD itu sendiri. Sebab untuk sekarang ini terkesan masih kurang maksimal," tutupnya.

Pemko Pekanbaru merencanakan, penyampaian RAPBD P kepada dewan paling lambat di bulan September mendatang.**(saf)