DUMAI -- Proyek Jalan Ahmad Yani (Tegalega, red) kelurahan Bukit Datuk Kecamatan Dumai Selatan yang hendak dikerjakan sejak beberapa pekan lalu, namun hingga saat ini tak kunjung dilaksanakan. Sementara akibat dari pengalian badan jalan dengan menggunakan alat berat, membuat badan jalan kumuh dan becek saat diguyur hujan.
Overlay Jalan Ahmad Yani dengan anggaran mencapai Rp3 miliar lebih bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2016 tak kunjung dilaksanakan, padahal pengerjaan sudah berlangsung beberapa pekan lalu.
"Kondisi saat ini, jika hujan jalan menjadi bebek dan kemarau berdebat, akibat kerukan dibahu jalan tersebut. Ya, kalau mau dikerjakan sebaiknya disegerakan agar pengguna jalan tidak terganggu akibat debu yang bertentangan. Tidak hanya di Jalan Ahmad Yani, tetapi proyek Overlay di Jalan Pangeran Diponegoro dan Jalan Bintan agar dipercepat karena debu yang berterbangan mengganggu usaha masyarakat yang ada di jalan tersebut,"sebut Harmoni, warga setempat kepada wartawan, Selasa 23 Agustus 2016.
Beberapa warga juga mengaku tak setuju dengan pembangunan proyek Jalan Ahmad Yani yang sistem Overlay. Denagn alasan jalan tersebut kerap dilewati mobil tronton dan truk angkutan berat pada malam hari. Jika menggunakan sistem Overlay dipastikan usaha masyarakat yang ada badan jalan itu, tak akan berlangsung lama.
"Makanya kami menyarankan agar jalan tersebut dengan sistem rigid jika masih bisa dirubah spesifikasi nya agar umur jalan itu lama,"kata Anti, warga Bukit Datuk.
Menurut Anti, Overlay jalan Ahmad Yani baru berlangsung beberapa tahun, namun sudah hancur karena kerapnya lalu lalang kendaraan trailer dan angkutan berat lainnya. "Untuk apa jalan bagus hanya untuk sementara, kemudian beberapa tahun kemudian rusak kembali,"tambahnya.**(yus)



