• H Sukiman

UJUNG BATU -- Plt Bupati Rokan Hulu (Rohul), H Sukiman, Selasa 6 September 2016 pagi, membuka Musyawarah Daerah (Musda) Ikatan Keluarga Jawa Riau (IKJR) Rohul tahun 2016.
 
Kegiatan yang digelar, bertujuan jalin silaturahmi antar paguyuban suku Jawa yang berdomisili di wilayah Rohul. Kegiatan yang dipusatkan di Hotel Netra Ujung Batu, dihadiri Kapolres Rohul, AKBP Yusuf Rahmanto SIK MH, Staf Ahli Bupati Rohul, H Sugiyarno, para kepala dinas, badan dan Kantor, Ketua Panitia Musda Wardono, Upika Ujung Batu, Sekjen IKJR Riau Rivai serta perwakilan IKJR dari Kabupaten Kampar, Pekanbaru dan Inhil, juga para kepala desa juga ratusan masyarakat Jawa di 16 kecamatan se-Rohul.
 
Dalam amanatnya, Plt Bupati Rohul, H Sukiman mengatakan,  dibentuknya kepengurusan IKJR Rohul dengan kebersamaan yang berguna untuk kemaslahatan masyarakat banyak. Dirinya berharap, agar Paguyuban IKJR tidak dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi.
 
“Saya tidak mau nantinya paguyuban dimanfaatkan untuk mencari keuntungan pribadi. Karena dalam tubuh Paguyuban ini terdapat orang banyak, sehingga  kepada pengurus yang terpilih nantinya agar mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi,” imbau H Sukiman.
 
Juga diingatkan kepada pengurus IKJR Rohul, agar kembali menghidupkan kesenian dan budaya serta adat Jawa di wilayah Rohul. Itu bertujuan, agar kesenian dan budaya tidak tergerus oleh zaman. Selain itu, diharapkan masyarakat Jawa bersatu dan membudayakan semangat gotong-royong membangun daerah. Karena  kini sekitar 60 persen masyarakat Rohul terdiri dari  suku Jawa.
 
H Sukiman juga berpesan kepada kepala desa, agar mengelola Anggaran Dana Desa (ADD) dengan melibatkan masyarakat dengan cara bergotong-royong.Kepala desa dan mayrakat agar dapat memanfaatkan hari libur untuk melaksanakan pembangunan di desanya.
 
“Dengan adanya ADD yang mencapai Rp1 miliar, hendaknya dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin. Meskipun anggaran daerah yang minim, dengan gotong-royong pembangunan di pedesaan akan terlaksana dengan maksimal,” harapnya.
 
Kepala desa dalam mengambil kebijakan, juga harus sesuai dengan kepentingan warganya. Kedepannya dirinya tidak ingin lagi mendengar masih ada desa yang infrastruktur jalannya yang masih rusak.
“Sebagai pemimpin, kita harus mengambil kebijakan yang secara bijaksana. Gunakanlah ADD untuk kepentingan warga, sebaliknya, dalam mengambil kebijakan harus sesuaikan dengan kepentingan khalayak banyak,” pintanya.
 
Panitia pelaksana Musda IKJR Rohul tahun 2016, Wardono menjelaskan, kegiatan Musda  terlaksana berkat partisipasi masyarakat asal Jawa yang hadir pada kesempatan itu. Kandidat calon Ketua IKJR Rohul ada dua orang, diantaranya, H Sri Hardono dan H Sugiyarno. Setelah Ketua IKJR terpilih, pengurus akan mengadakan rapat untuk menentukan masa jabatan ketua terpilih serta pembentukan kepengurusan tingkat kecamatan sampai desa.
 
Dirinya menampik, Musda IKJR dibentuk tanpa ada unsur politis. Dibentuknya paguyuban tersebut hanya untuk mempersatukan kembali warga Jawa yang ada di Rohul. “IKJR dibentuk sebagai tim untuk menghidupkan suasana kekeluargaan. Tidak ada politis,” ungkapnya.**(lim)