PEKANBARU -- Akibat kehilangan produksi air, Perusahan Daerah Minum (PDAM) Tirta Siak Kota Pekanbaru, Riau mengaku mengalami kerugian Rp 6 milyar pertahun.

Direktur PDAM Tirta Siak Pekanbaru, Kemas Yusferi, Senin 7 Nopember 2016 mengungkapkan kehilangan produksi air mencapai 60 persen akibat berbagai permasalahan yang terjadi dilapangan.

"Sudah dua tahun terakhir ini kami selalu merugi karena air banyak hilang. Penyebabnya adalah jaringan pipa PDAM  yang sudah uzur. Pasalnya jaringan utama PDAM pertama kali dibangun tahun 1972," jelasnya.

Kemas manambahkan, dengan kondisi pipa yang tua. Maka air yang diharapkan dapat mengucur dengan maksimal kerumah pelanggan tidak terpenuhi karena air yang mengalir sering menjadi kecil. Disamping itu, juga adanya banyak faktor lain seperti pelanggan nakal, pegawai nakal, pencurian air dan sebagainya.

"Susah sekali memerangi kehilangan air karena pipa kita sudah tua, dulunya dipinggir sekarang sudah berpindah ke tengah, ada pelanggan liar, mencuri, pegawai nakal, pipa tua yang bocor kita tidak tahu titiknya,"ungkapnya.

Menurut Kemas dengan kehilangan air tersebut PDAM Tirta Siak mengalami kerugian besar tiap tahunnya. Bahlan kehilangan air 60 persen itu sebenarnya sudah kiamat bagi PDAM.

"Dari kehilangan 60 persen air ini jika dihitung kerugian pertahunnya bisa  mencapai Rp6 miliar. Inilah yang menjadi masalah selama ini," tegas dia.