PEKANBARU -- Dalam rangka mengikuti pendidikan lapangan, Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) dilepaskan keberangkatannya ke Desa Tanjung Belit, Lipat Kain Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar, Rabu 30 Nopember 2016. 

Pelepasan Mapala UMRI ini dilaksanakan dalam upacara sederhana oleh Wakil Rektor I UMRI dr H Taswin Yacob. Sebelumnya, mahasiswa pencinta alam ini sudah mengikuti materi ruangan Pendidikan Dasar Cinta Alam IV  (PDCA IV MAPALA UMRI).

Dalam kesempatan itu Taswin mengatakan PDCA IV Mapala UMRI ini merupakan salah satu bentuk organisasi mahasiswa yang cinta akan alam, mengenal, manjaga, menghayati dan bersahabat dengan alam.” Mapala harus menjadi garda terdepan dalam menjaga dan melestarikan alam,” kata Taswin.

Taswin juga berpesan kepada PDCA Mapala UMRI agar selalu menjaga kekompakan, disiplin kelompok dan mengikuti aturan yang dibuat oleh pembimbing agar terget yang diharapkan dari kegiatan tersebut dapat tercapai.

”Saya berpesan jaga diri dengan baik, jaga nama almamater, jaga sopan santun didaerah orang,” harap Taswin.

Kedepan, Taswin menginginkan Mapala UMRI bisa menjalin kerjasama dengan mapala dari perguruan tinggi yang ada di Riau untuk memperkuat lagi keberadaan Mapala UMRI.” Coba bangun kerjasama dengan Mapala perguruan tinggi lainnya seperti UIN, UIR dan UR. Buat kegiatan bersama antar mapala,” sebut mantan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau ini.

Sementara, Ketua pinitia Fitriani mengatakan jumlah peserta PDCA IV Mapala UMRI yang mengikuti Diksar Pencinta Alam di Desa Tanjung Belit sebanyak 40 orang terdiri dari 16 peserta PDTA IV ditambah pembina. Pendidikan lapangan ini berlangsung mulai, Rabu 30 Nopember 2016 hingga Ahad 4 Desember 2016.

Meteri pendidikan lapangan ini,kata Fitrini mencakup navigasi darat, sar, manajemen.perjalanan, reklembing, surveval dan lain sebagianya.” Diksar lapangan ini merupakan pendidikan inti dari PDCA. sebelumnya meraka mengikuti materi ruangan selama 2 bulan,” kata Fitriani.**(mad)