TEMBILAHAN -- Adriyanto, Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir menilai fasilitas kesehatan di Inhil masih minim. Dengan itu, tentu masih banyak Pekerjaan Rumah yang mesti diselesaikan oleh Pemkab Inhil.

"Saat ini ada 66 Desa belum memiliki Pustu, harapan kita kepada pemerintah daerah secara bertahap bangun sarana kesehatan bagi masyarakat," ungkap pria yang akrab disapa Haji Ateng itu.

Tidak hanya itu, ia juga menginginkan ada perhatian lebih terhadap pelayanan  kesehatan dasar untuk masyarakat tersebut. 

Selain itu lanjutnya, berbicara masalah kurangannya dana pembagunan yang dialami pemerintah daerah Kabupaten Inhil, namun kenyataannya ditahun 2017 ini Pemkab Inhil telah mengusulkan pembagunan gedung kantor bupati dengan proyek multiyer, yang dia anggap masih banyak pembangunan yang perlu diprioritaskan untuk kesejahteraan masyarakat.

"Banyak hal prioritas yang kita harapkan seperti di bidang kesehatan, Jangan bermegah- megah lah, apa yang bisa dinikmati oleh masyarakat jangan 'keungahan jah banjar (Bahasa daerah)," ucapnya dengan nada kecewa.

Diterangkannya, dengan tersedianya fasilitas kesehatan tentunya juga dapat menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB), namun saat ini kenyataan dilapangan jumlah Pustu sangat terbatas mengatasi permasalahan itu.

"Seperti di daerah pesisir, aksesnya cukup jauh dari sarana kesehatan," ujarnya.