KUNJUNGAN Salman bin Abdulaziz al-Saud dari Kerajaan Arab Saudi ke Indonesia seperti cerita 1001 Malam. Segala sesuatunya kelihatan begitu spektakuler, dengan melibatkan jumlah anggota rombongan yang besar. Termasuk didalamnya
17 Pangeran, Para Menteri dan Pejabat Kerajaan Arab Saudi.

Kunjungan Raja Salman ke Indonesia, benar-benar menarik perhatian kalangan pers dari dalam dan luar negeri. Apalagi jika melihat para anggota rombongan yang begitu wah, suasana mencerminkan keistimewaan. Demikian pula jumlah iring-iringan kendaraan dalam membawa dan mengawal rombongan kerajaan.

Meskipun Raja Salman berusia lebih dari 80 tahun, tetapi tubuhnya masih kelihatan gagah. Hadirin menyaksikan bagaimana sang baginda, turun dari tangga pesawat dengan postur tubuh yang gagah. Ditangga pesawat yang mendarat di Bandara Halim Perdana Kusuma, Presiden Jokowi menyambut langsung kedatangan sang baginda dan rombongan.

Sementara para pejabat dari Indonesia, ikut menyambut kemeriahan rombongan. Kemudian rombongan dengan menaiki mobil menuju Istana Bogor. Sepanjang perjalanan dari Bandara Halim Perdana Kusuma rombongan di elu-elu kan masyarakat, termasuk kalangan para pelajar dan umum yang ingin mengetahui sosok orang pertama di Arab Saudi. Meskipun masyarakat tidak bisa langsung bertatap muka, namun rasa kegembiraan tetap terlihat dari sambutan masyarakat. Di Istana Bogor sang baginda disambut Kepala Negara RI.

Raja Salman membawa MOU yang ditandatangani oleh sejumlah Pejabat Tinggi Indonesia. Selain itu Kerajaan Arab Saudi menanamkan investasi sebesar 330 Triliun Rupiah. Investasi tersebut diperuntukkan diberbagai bidang pembangunan. Seperti minyak, pariwisata dan lain-lain. Meskipun suasana kedatangan Raja Salman sempat diguyur hujan di Istana Bogor tetapi tidak mengurangi kemeriahan yang ada. Bahkan Presiden Jokowi juga sempat di guyur hujan.

Rangkaian acara selanjutnya adalah pertemuan antara rombongan kedua negara. Jokowi mengungkapkan kunjungan Salman sebagai peristiwa sejarah. Hubungan Indonesia dan Arab Saudi memperlihatkan suasana spektakuler. Indonesia dan Arab Saudi mempunyai rangkaian hubungan sejarah dekat. Baik ketika Presiden RI Pertama Soekarno dan Presiden RI Kedua Soeharto.

Gambar-gambar bernilai historis mewarnai acara penyambutan, dimana Presiden Soekarno dan Raja Arab Saudi Saud Bin Abdulaziz Al-Saud kelihatan akrab bertatap muka disertai senyuman keduanya. Selain itu 47 tahun lampau Raja Arab Saudi bertemu dengan Presiden Kedua Indonesia Soeharto. Gambar-gambar pertemuan antara kedua kepala negara, diabadikan sebagai dokumentasi yang mewarnai hubungan kedekatan kedua negara.

Kunjungan Raja Salman ke Indonesia benar-benar bagaikan cerita 1001 Malam. Kemewahan dan kemeriahan diperlihatkan dalam acara pertemuan yang berlangsung di Istana. Begitu pula acara-acara lainnya melalui pertemuan Raja Salman dengan sejumlah tokoh lintas agama di Indonesia. Pertemuan ini merupakan profil keterbukaan Arab Saudi ke dunia luar. Ada ekspresi yang disampaikan pihak Arab Saudi.

Yang dikutip kembali sebagai ucapan raja adalah Islam memerangi komunisme dan Zionisme. Yang menarik adalah tekad umat Islam memerangi terorisme dan radikalisme. Harapan yang disampaikan juga adalah mewujudkam perdamaian dunia. Pertemuan antara Raja Salman dengan sejumlah tokoh lintas agama di Indonesia, membuktikan adanya saling hormat-menghormati dalam beragama dan keyakinan.

Kunjungan ke Indonesia dari Raja Salman benar-benar menarik perhatian masyarakat dalam negeri maupun internasional. Dengan mengerahkan kekuatan personil TNI dan Polri, rombongan raja diperkuat pasukan dari pengamanan raja. Seorang pengamat militer mengatakan, meskipun jumlah personil cukup besar tetapi masih dalam tahap standar. Jadi pengertian arti kunjungan seperti cerita 1001 Malam adalah merupakan kenyataan. Karena rombongan datang dalam jumlah yang besar dengan pesawat berbadan lebar.

Demikian juga usai mengunjungi Jakarta menuju ke Bali rombongan sempat singgah ke Brunei Darussalam. Ada sejumlah hotel mewah bertaraf bintang lima yang dipergunakan sebagai tempat menginap rombongan selama di Jakarta dan Bali. Inilah yang disebut suasana begitu Wah, karena banyaknya hotel bintang lima dengan kemewahannya. Namun demikian gema kunjungan Raja Salman begitu kuat. Suasana berjalan aman dan tertib.

Makna sangat penting dari kunjungan Raja Salman adalah memperkokoh kerjasama Indonesia dan Arab Saudi. Selain itu dijajaki pengembangan bidang-bidang lainnya. Sementara Arab Saudi berminat mengucurkan bantuan investasi bagi Indonesia. Dengan kunjungan Raja salman ke Indonesia, mari kita ambil kesempatan tersebut dalam memperbaiki ekonomi kita saat ini.***