TEMBILAHAN -- Fenomena pelaksanaan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW di Kabupaten Indragiri Hilir yang digelar di Mesjid, mushalla, sekolah hingga tempat pengajian membuat bangga orang nomor satu di negeri yang disebut bumi hamparan kelapa dunia.

H Muhammad Wardan yang memimpin Kabupaten Inhil sejak 2013 lalu itu merasa bersyukur dengan antusiasme masyarakat dalam melaksanakan kegiatan keagamaan,  seperti Isra Mi'raj maupun Maulid Nabi Muhammad.  Menurutnya,  pembinaan spiritualit masyarakat sangat penting dalam melaksanakan pembangunan.

"Sesuai dengan visi kita yaitu spirit baru Inhil menuju kabupaten yang lebih maju bermarwah dan bermartabat," katanya saat menghadiri Peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad s.a.w tahun 1438 H/ 2017 M di Mesjid Yayasan Amal Bakti Muslim Pancasila (YAMP) Tembilahan, Kamis 27 April 2017.

Acara tersebut ditaja oleh TP PKK Inhil, GOW Inhil, DWP Inhil, BKMT Inhil, dan Muslimat NU dengan mengangkat tema Dengan Peringatan Isra' Mi'raj Nabi Besar Muhammada s.a.w Mari Kita Tingkatkan Iman dan Taqwa untuk Mewujudkan Generasi Islam yang Berakhlak, Cinta Al-Qur'an, dan Cinta Masjid.

"Dalam bulan Rajab ini setiap mesjid, sekolah, organisasi, dan masyarakat Inhil melaksanakan peringatan Isra' Mi'raj. Saya bangga dengan Inhil ini. Karena berbeda antusiasnya dengan kabupaten lain di provinsi Riau dalam melaksanakan peringatan hari besar Islam", ungkapnya.

Sementara itu ketua TP PKK Inhil, Hj. Zukaikhah Wardan mengatakan bahwa seluruh organisasi wanita di Inhil mendukung program Bupati yaitu Magrib Mengaji dan Shalat Subuh Berjamaah.

"Pada kesempatan baik ini saya mengimbau kepada Ibu-ibu jika suaminya turun ke mesjid sebaiknya ikut, anak-anaknya juga kalau perlu dibawa", himbaunya. Zulaikhah melanjutkan, "Mari kita makmurkan mesjid kita yang megah ini". 

Dalam kesempatan itu pula Zulaikhah mengajak Ibu-ibu untuk melakukan IVA test untuk mengidentifikasi dini penyakit kanker leher rahim. "Kegiatan pada bulan inibl adalah IVA test untuk deteksi dini kanker. Targetnya ada 8 ribuan dan yang memeriksa sudah mencapai 10 ribuan", katanya.

Ia sangat mengapresiasi para Ibu yang telah memeriksakan dirinya, dan mengajak Ibu-ibu yang belum memeriksakan diri. Ia menjelaskan bahwa kanker leher rahim atau yang dikenal juga dengan kanker serviks ini merupakan penyakit yang mematikan dan belum ada obatnya.

"Kalau kita sudah tahu dari awal bagi yang positif terkena kanker serviks ini kita akan bantu pengobatan, pemeriksaan IVA test ini gratis untuk masyarakat", ucap Ika, sapaan akrabnya. Ika juga menjelaskan bahwa IVA test ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap kesehatan masyarakat.**(Adv/Diskominfo/Suf)