TEMBILAHAN -- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir Dapil 2 (Gaung,GAS dan Batang Tuaka), Fadli H Sofyan merasa kecewa dengan kinerja Pemkab Inhil.

Kekecewaan itu disebabkan gagalnya pembangunan Pasar Sungai Piring yang roboh diterjang angin puting beliung tahun 2016 lalu. Padahal pasa tersebut merupakan tempat para pedagang mencari nafkah. Rencananya, anggaran untuk pembangunan kembali pun diprioritaskan pada tahun 2017.

Namun sayangnya, bagai punduk merindukan bulan, keinginan para pedagang yang ingin memiliki kembali tempat berjualan tidak bisa terwujud tahun ini, hal itu dikarenakan gagalnya proses lelang yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil.

''Kecewa, karena kita sudah berusaha semaksimal mungkin, sehingga memohon untuk dimasukkan, kemudian dapat dianggarkan dengan angka Rp600 juta, tapi yang terjadi malah gagal lelang,'' ujar Anggota Komisi II DPRD Inhil, Fadli Sofyan dengan nada kesal.

Komisi II, dijelaskan Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mengetahui gagalnya proses lelang pada bulan September lalu, seharusnya dikatakannya, meskipun gagal, bisa dilakukan proses pelelangan ulang.

''Dana Rp600 juta saja gagal lelang, ini bangun yang kecil saja tidak bisa, saya pertanyakan kenapa tidak dilelang ulang,'' tanyanya.

Sejak pasar itu rubuh, dijelaskan Fadli, para pedagang berjualan di badan jalan dan di atas dam yang ada, sehinga menganggu aktifitas pengguna jalan.

''Pesan saya, di 2018 yang katanya ada dana dari DAK, jangan sampai gagal lelang lagi, karena kantin itu untuk kebutuhan masyarakat,'' tukas Fadli.**(suf)