Gaungriau.com -- Pembukaan Festival Kelapa Internasional (FKI) dan Perayaan Hari Kelapa Dunia (World Coconut Day) yang dilaksanakan di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) ditandai dengan penerimaan dua penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI) sekaligus. Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman secara langsung membuka kegiatan tersebut , Sabtu sore 9 September 2017.

Dalam sambutannya, Gubernur Riau memberi penghargaan yang luar biasa kepada Bupati Indragiri Hilir, HM Wardan, atas pelaksanaan FKI tersebut. Seperti dikatakannya, dengan pelaksanaan FKI tersebut semakin menunjukkan komitmen Bupati Inhil HM Wardan untuk mengangkat kelapa Inhil.

"Dengan penyelenggaraan Festival Kelapa ini, tentu akan memberikan informasi potensi di Inhil ini hingga ke seluruh dunia. Kita berharap dengan ini, akan membawa kepada masyarakat Inhil, khususnya para petani kelapanya," tegas gubernur yang biasa disapa Andi Rahman itu pada sambutannya saat membuka pelaksanaan FKI 2017.

Komitmen Bupati Inhil HM Wardan untuk mengangkat potensi kelapa di Inhil, sambung Andi Rahman, merupakan langkah yang luar biasa. Seperti yang dikatakannya, mengangkat kelapa berarti mengangkat harkat masyarakat langsung.

"Bicara kelapa berarti bicara rakyat. Sebab, 90 persen dari total perkebunan kelapa itu adalah milik rakyat langsung dan bukan milik perusahaan," katanya.

Dipaparkan Andi, dari 515 ribu hektar lebih luas perkebunan kelapa di Provinsi Riau, 430 ribuan hektarnya atau sekitar 81 persen berada di Inhil. Dengan luasannya yang sangat besar dan mayoritas dikuasai oleh rakyat itu, sambung Andi, tentu harus disikapi oleh Pemkab Inhil untuk jangan ragu mengangkatnya terus.

"Ke depan agar terus memperhatikan kelapa ini termasuk untuk terus pada programnya dalam penyelamatan perkebunan kelapa di Inhil ini. Jangan ragu mendukung perbaikan kelapa rakyat, karena ini akan menopang petani di Inhil," pungkasnya.

Lanjut Gubernur, dirinya merasa sangat bersyukur kepada petani kelapa, dimana petani khusunya Kabupaten Inhil bisa menjadikan Inhil sebagai hamparan kelapa terluas di dunia. Berpuluh-puluh tahun petani bisa menghidupi diri dan keluarga dari hasil tanaman kelapa.

Dijelaskan Andi Rachman, Provinsi Riau mulai dari tahun 2009 banyak memberikan bantuan kepada para petani dalam menegah rusaknya tumbuhan termasuk kelapa ini.

"Namun dengan masuknya air laut ke daratan dapat merusak tumbuhan diatasnya termasuk kelapa, sehingga untuk mengatasinya, banyak bantuan dari Provinsi Riau sejak tahun 2009 kepada para petani, diantaranya dengan pemberian pupuk, bibit dll, selanjutnya kegiatan rehabilitasi perbaikan tanggul," jelas Andi lagi.

Gubernur juga berharap, ke depan pemerintah dapat meningkatkan kenaikan pada harga buah kelapa perbutirnya, karena Pesisir ini yang tepat untuk pertumbuhan kelapa. Gubernur telah berpesan kepada perusahaaan dan Pabrik produksi kelapa, agar memperhatikan masyarakat dengan mempertimbangkan harga.

Sementara dalam rangkaian FKI juga digelar seni serumpun, dalam kesempatan itu Gubri Andi Rachman memandang begitu penting gelaran seni serumpun yang dilaksanakan oleh sanggar seni lintas negara regional tersebut. Dia mengatakan, gelaran seni serumpun ini adalah merupakan upaya melestarikan dan menumbuh-kembangkan seni dan pariwisata berbasis budaya yang sampai sejauh ini menjadi skala prioritas program Pemerintah Provinsi Riau serta Kabupaten Inhil.

Disamping itu, ihwal pelaksanaan gelar seni serumpun dalam rangka Festival Kelapa Internasional tahun 2017 Kabupaten Inhil Gubernur Riau menyatakan keyakinannya, bahwa masyarakat Kabupaten Inhil menyambut perhelatan akbar negara - negara penghasil kelapa tersebut dengan penuh suka cita.

Dia juga mengatakan, penyelenggaraan Festival Kelapa Internasional merupakan momen strategis bagi para petani kelapa untuk mendapatkan perhatian dari Pemerintah Pusat. Sebab, Inhil memiliki 70 persen petani kelapa dari jumlah keseluruhan masyarakat Kabupaten Inhil yang memberikan kontribusi sebesar 25 persen dari total produksi kelapa Indonesia.

"Seperti komitmen yang disampaikan oleh pihak Pemerintah Pusat. Pasca penyelenggaraan Festival Kelapa Internasional ini, Inhil akan mendapat perhatian dari mereka, khususnya dalam hal rehabilitasi 100 ribu hektare perkebunan kelapa rakyat yang saat ini mengalami gangguan," kata Gubernur.**(Adv/Humas)