Gaungriau.com -- Gubernur Riau H.Arsyadjuliandi Rachman di dampingi oleh Bupati bengkalis bapak Amiril Mukminin, bupati Rokan hilir bapak suyatno, Kapolda Riau Irjen Pol Nandang, sekda Bengkalis,unsur forkopimda kabupaten bengkalis, menghadiri acara HUT Dewa SAM TIONG ONG ke-92, di halaman Kelenteng Wei Leng Whu Desa Ketam Putih – Kabupaten Bengkalis.

Gubernur Riau H.Arsyadjuliandi Rachman manyampaikan bahwa yang paling penting saat ini adalah bagaimana manjaga kekompakan seperti ini kalau tidak membangun Riau khususnya kabupaten bengkalis ini akan susah hiongga sulit berkembang.

Dikatakan, Putri puyuh itu di dalam rencana depertemen perhubuhan akan di buat pelabuhan roro disini dan di seberang. khususnya di daerah pesisir tujuannya untuk merangkai pulau mulai dari button masuk pulau padang jalan darat ke putri puyuh naik roro sampai ke bengkalis.

"Ini kita bisa wujudkan keinginan masyarakat ini kalau kita bersatu seperti ini, mudah mudahan apa yang kita inginkan ini bisa terwujud," kata pria yang akrab disapa Andi Rachman ini.

Menurutnya Pemporov Riau dengan Kapolda punya kepentingan masalah keamanan menaga masalah kesenjangan sosial, keamanaan, masalah politik apalagi tahun 2017 ini sudah mulai membicarakan politik, tahun depan pilkada gubernur dan selanjutnya sudah masuk pemilihan presidan jadi dari sekarang sampai akhir 2019 ini kita berpolitik terus dan kekompakan harus kita jaga bersama.

"Jadi, kita tetap kegiatan pilkada, pilleg, dan pilpres ini tetap kita laksanakan di provinsi riau tapi kita tetap membangun, anak anak tetap sekolah, orang tua tetap mencari nafkah tokoh agama tetap melakukan kegiatannya dan ini kita harus jaga bersama," ajaknya.

Sementara Bupati Bengkalis Amril Mukminin menyampaikan hari ini merupakan hari yang istimewa bagi seluruh keluarga kelenteng wei leng whu di desa ketan putih ini karena kita dapat merayakan acara ini.

Melalui acara ini kami mengajak kita semua menguatkan kembali semangat saling menghormati khususnya yang tercantum pada sila pertama yaitu ketuhanan yang mana esa dimana sifat tolong -menolong antar umat beragama, hormat menghormati serta tidak mempermasalahkan agama kepada pihak kemanapun kita harus menguat kan kembali persaudaraan kita ini di dalam suku agama dan ras.

"Untuk itu mari kita tingkatkan kembali moral dengan nilai dan pelajaran agama sejak dini, agar kelak nanti bisa di pergunakan untuk di masa depan," pungkasnya.**(Adv/humas)