PEKANBARU -- Sebanyak 150 guru SD, SMP dan SMA ikuti seminar lancang kuning di Gelanggang Olah Seni-Taman Budaya Provinsi Riau. Selain itu, Mandam atau dekorasi pelaminan juga dilibatkan dalam kegiatan bertemakan, menghimpun tenun tersusun.

Meski bertemakan soal tenun, tapi dalam seminar ini tak selalu membicarakan soal tenun pakaian. Tapi narasumber yang dihadirkan juga membahas bagaimana beretika dalam berbahasa oleh Prof Dr Arza Faiza.

Kemudian ada juga Datuk Seri Al Azhar berbicara soal kebudayaan serta Datuk Ikram Jamil berbicara tunjuk ajar Melayu. Diharapkan, melalui kegiatan seminar ini dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat dari berbagai elemen tentang kearipan lokal tentang budaya Melayu.

"Temanya menghimpun tenun tersusun. Tapi tak semua bicara tenun. Ada juga bagaimana etika dalam berbahasa, tunjuk ajar Melayu dan soal kebudayaan," kata Kepala Dinas Kebudayaan Riau, Raja Yoserizal Zein, Senin 20 November 2017.

Kegiatan ini sendiri dibuka oleh Gubernur Riau dan diwakili oleh Asisten III Setdaprov Riau Indrawati Nasution. Menurut Indrawati saat membacakan sambutan tertulisnya, filosopi tenun mengingatkan bagaimana masyarakat Melayu sesungguhnya.

Meski sebagian ada yang menganggap sudah tertinggal dibanding dengan kemajuan teknologi saat ini. Tapi begitu banyak pesan kearipan lokal yang disampaikan melalui tenun tersebut. Bahkan menurutnya, tenun sesuatu tradisi Melayu yang harus dijaga.

Selain itu, diharapkan juga melalui Dinas Kebudayaan agar dapat mewujudkan visi misi Riau 2020 yang sebagai pusat ekonomi dan kebudayaan di Asia Tenggara.

Pemprov Riau sendiri sangat mendukung berbagai kegiatan kebudayaan termasuk kegiatan seminar lancang kuning bertemakan menghimpun tenun tersusun yang dilaksanakan hari ini.

"Dengan lahirnya Dinas Kebudayaan, diharapkan dapat mewujudkan visi misi 2020. Ini adalah agenda prioritas Pemprov Riau saat ini. Berbagai kegiatan untuk mendukung kebudayaan telah dilaksanakan termasuk seminar lancang kuning menghimpun tenun tersusun yang digelar saat ini," papar Indrawati.**(jai)