PELALAWAN - Saat ini, pergantian tahun baru Masehi 2018 hanya tinggal menghitung hari. Untuk itu, maka masyarakat muslim diharapkan hendaknya dapat memaknai tahun baru ini sebagaimana biasanya tanpa melakukan hal-hal yang mengandung kemungkaran. Sedangkan dalam menyambut tahun baru mesehi 2018 tersebut, maka masyarakat muslim diminta dapat menyambutnya dengan meningkatkan rasa syukur serta melakukan kegiatan positif.

"Dalam ketentuan Islam memang tidak ada istilah sambut-menyambut tahun baru, apalagi ini tahun baru Masehi yang notabenenya bukan dari ajaran Islam. Namun demikian, jika memang tetap hendak disambut, maka sebagai masyarakat muslim selayaknya lah kita menyambut dengan penuh kesyukuran dan bukan dengan prilaku maksiat yang mengandung kemarahan Allah SWT," ujar Ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pelalawan H Iswadi M Yazid Lc, Kamis 28 Desember 2017 di Pangkalankerinci.

Lanjutnya, pihaknya mengajak masyarakat muslim khususnya para generasi muda yang ada di daerah ini dalam menyambut tahun baru Masehi 2018 yang tinggal menghitung hari, dengan melakukan hal-hal yang diridhai oleh Allah.

" Jadi, bisa saja menyambut pergantian tahun Masehi nantinya dengan memperbanyak melakukan zikir dan doa, sholat sunat dan menghadiri tausiyah keagamaan. Namun, jangan sampai pergantian tahun baru ini disambut dengan kegiatan maksiat dan kemungkaran," sebutnya.

Sambungnya, selama ini tabiat dan kebiasaan buruk yang menimpa masyarakat muslim tidak hanya dari golongan tua, tapi juga generasi muda yang menjadikan momen pergantian tahun untuk memuaskan nafsu seperti melakukan pesta minuman keras, balapan liar, pergaulan bebas, pesta seks dan kegiatan yang berbau maksiat lainnya.

"Dan jika perbuatan mungkarat ini dilakukan, maka tentu akan mengundang murka dari Allah. Untuk itu, kita himbau masyarakat muslim dan generasi muda di Bumi Seiya Sekata ini, mari awali lah tahun baru nantinya dengan kegiatan yang mengundang keberkahan. Salah satunya dengan mempererat tali silaturrahmi dengan keluarga serta kerabat tetangga dan bukan melakukan pesta maksiat dan hal-hal yang dimurkai oleh Allah. Dengan demikian, maka Negeri Seiya Sekata yang tercinta ini dapat terhindar dari kemurkaan sang pencipta," pungkasnya.**(mcr)