KABUN -- Meski dalam suasana libur kerja, namun Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Drs. Yusmar M.Si, bersama Kepala Bidang, Kepala Seksi, dan pegawai tetap bekerja, Sabtu 30 Desember 2017.
Menggunakan dua mobil, Sabtu pagi, rombongan Kepala Disparbud Rohul dan pegawai mampir ke objek wisata minat khusus di Kecamatan Kabun, yakni pesona 'Negeri Diatas Awan' berlokasi di Desa Aliantan, dan pesona 'Menggapai Matahari di Puncak Ranah' berlokasi di Desa Koto Ranah.
Kepala Disparbud Rohul Yusmar mengaku mereka meninjau dua objek wisata minat khusus berada di kawasan Bukit Suligi, untuk memastikan kesiapan menyambut libur pergantian tahun 2017 menuju tahun 2018.
Awalnya, rombongan Disparbud Rohul mampir objek wisata Puncak Suligi atau Suligi Hill yang punya ketinggian 812 meter diatas permukaan laut (MDPL).
Ditemani Kepala Desa Aliantan M. Rois dan Care Taker atau Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), rombongan mendaki ke puncak suligi, dan menyaksikan pesona 'Negeri Diatas Awan'.
Mengendarai mobil, rombongan berangkat dari rumah Kades Aliantan ke Simpang Kokar. Dari simpang ini, rombongan menyusuri jalan aspal sekira 21 kilometer (km).
Setibanya di jalan masuk, rombongan menyusuri jalan menuju kaki Bukit Suligi, dan mulai mendaki ke puncak. Setibanya di puncak, pihak Disparbud Rohul memasang sebuah spanduk merupakan brand pariwisata Rohul yakni 'Rokan Hulu Diversity of Melayu'.
Kepala Disparbud Rohul Yusmar mengharapkan pihak desa dan masyarakat Aliantan tetap semangat dalam melestarikan dan menjaga keasrian objek wisata Puncak Suligi 'Negeri Diatas Awan'.
"Kita berharap Puncak Suligi 'Negeri Diatas Awan' menjadi objek wisata menarik untuk dikunjungi wisatawan," harap Yusmar, seperti dilansir riauterkini.com.
Setelah mampir di Desa Aliantan, rombongan Disparbud Rohul kemudian bergerak ke Desa Koto Ranah. Namun karena suasana hujan deras, rombongan batal mendaki ke Puncak Suligi, menikmati pesona 'Menggapai Matahari di Puncak Ranah' yang berada di ketinggian 900 MDPL.
Rombongan disambut hangat oleh Kades Koto Ranah Safrizal, masyarakat setempat, serta Pokdarwis dari Kelompok Pecinta Alam Koto Ranah (KPA-KR) di Base Camp Puncak Ranah.
Di base camp ini, Kepala Disparbud Rohul Yusmar memberikan banyak masukan untuk pihak desa, sehingga objek wisata 'Menggapai Matahari di Puncak Ranah' menjadi tempat wisata yang dikenal oleh wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara.
Yusmar mengaku Desa Koto Ranah punya tradisi unik, sehingga sudah sepatutnya menjadi Kampung Pariwisata pertama di Kabupaten Rohul. Tradisi uniknya, setiap akan memasuki bulan suci Ramadhan dan saat hari raya Idul Fitri.
Pria yang pernah menjabat Kabag Humas Setdakab Rohul ini mengharapkan tradisi unik di Koto Ranah dilestarikan dan menjadi sebuah even budaya, sehingga menjadikan desa tersebut beda dengan desa lainnya.
"Budaya-budaya seperti inilah yang kita harapkan dijaga dan dilestarikan. Bila perlu dibuat even besar, sehingga menjadi agenda pariwisata di desa tersebut," harap Yusmar.
Sumber: Riauterkini.com





