• Firdaus MT

PEKANBARU -- Gaungriau -- Terkait dengan pernyataan Ikatan Ahli Perencanaan atau IAP Indonesia yang menyebut bahwa Kota Pekanbaru termasuk 10 besar kota yang tidak layak huni se-Indonesia. Walikota Pekanbaru Firdaus merasa terkejut dan mempertanyakan dasar penilaiannya.

Pernyataan tersebut dinilai Furdaus sebagai sesuatu yang tidak cerdas dan cenderung menyesaatkan, sebab yang berbicara ini tidak jelas kapasitas dan kompetensinya.

"Hasil survey IAP Indonesia ini patut dipertanyakan apa saja indikatornya. Pasalnya, selama ini tidak ada keluhan dari masyarakat terkait berbagai indikator yang digunakan oleh IAP, sehingga bisa menyimpulkan Pekanbaru tidak layak huni,"ungkapnya dengan nada tinggi.

Firdaus menambahkan, seperti untuk fasilitas transportasi. Kota Pekanbaru, masih jauh lebih baik jika dibanding kota lainnya termasuk Kota Jakarta sekalipun.

Begitu juga untuk indikantor lainnya keselamatan, drainase, fasilitas pejalan kaki, serta informasi pembangunan dan partisipasi masyarakat.

“Jadi, siapa yang berbicara tentang IAP ini dan apakah kapasitas sebagai organisasi atau pribadi? Apa saja indikatornya. Kalau ada data, boleh saja dan tunjukkan ke kita bukan asal ngomong saja," tantang Firdaus.

Walikota berharap agar kedepannya, pihak yang ingin berkomentar tentang Pekanbaru haruslah berkompenten dan memiliki data yang valid serta tidak asal bicara, karena ini bisa fatal akibatnya bagi Pekanbaru dan masyarakat juga.

“Jangan sembarang ngomong, mengerti pun tidak dia, apa yang diomongin. Jadi, jangan asal berbicara,"ucapnya.

Sebelumnya, Ketua IAP Riau Mardianto Manan menerangkan jika indeks kota tidak layak huni 2017 disusun IAP Indonesia berdasarkan hasil survei terhadap 19 Provinsi dan 26 kota yang ada di Indonesia. Survei ini juga dilakukan untuk mengetahui kota mana saja di Indonesia yang masih dinyatakan layak huni.**(saf)