GAUNGRIAU.COM, PEKANBARU -- Lelaki paruh baya yang duduk di pinggir jalan depan GOR Indoor Volley Kampus Universitas Riau itu terlihat bersemangat. Senyumnya selalu mengembang, wajahnya terlihat cerah secerah langit biru hari itu.

Riyono, yang datang dari Ujung Tanjung, Kabupaten Rokan Hilir itu merupakan salah seorang undangan wisuda magister, sarjana dan ahlimadya yang digelar Universitas Islam Riau (UIR) pada Sabtu 28 September 2019 kemarin.

Dia ayah dari Zizin Liana Sari, mahasiswi Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi UIR. Dari 1.707 magister, sarjana dan ahli madya, yang diwisuda, anaknya masuk dalam jajaran mahasiswa yang menyelesaikan kuliah tepat waktu.

"Senang sekali mas, apalagi anak saya bisa menyelesaikan kuliahnya tepat waktu, empat tahun. Alhamdulillah, ini anugerah terbesar yang diberikan Allah kepada kami," ucap Riyono senang.

Sebagai masyarakat biasa dengan hidup yang bergantung dari jualan Pecel Lele, Riyono mengaku sangat terharu dengan capaian studi anaknya yang berhasil meraih gelar sarjana. Hal ini dia sampaikan kepada Gaung Riau.com sambil meneteskan air mata.

"Awalnya saya ragu bisa menyekolahkan anak sampai perguruan tinggi. Siang malam kami banting tulang dan berdoa kepada Allah agar anak-anak kami berhasil. Alhamdulillah, hari ini saya bisa melihat anak sulung saya memakai toga. Puji syukur kepada Allah yang telah mengijabah doa-doa kami," katanya sembari menghapus bulir-bulir air mata yang membasahi pipinya.

Keberhasilan Zizin meraih gelar sarjana juga memompa semangatnya untuk lebih kerja keras. Apalagi masih ada adik Zizin yang kini duduk dibangku SMP. Selaku orang tua dia berharap Zizin bisa mengaplikasikan ilmunya di tengah-tengah masyarakat. Pun begitu, Riyono juga tetap akan mendukung kalau anaknya ingin melanjutkan kuliahnya mengambil starta dua.

"Harapan saya, apa yang sudah ia peroleh bisa bermanfaat buat dirinya, keluarga dan negara. Apakah dia mau kerja, atau melanjutkan kuliahnya nanti, saya akan dukung," pungkasnya.**(sier)