• Ketua MPR Bambang Soesatyo (dua kiri) didampingi Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah (kanan)  bersama Ketua Komisi Yudisial (KY) Jaja Ahmad Jayus (dua kanan) dan Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Alfitra Salamm (kiri) menyampaikan Konferensi Pers dengan Tema "Konferensi Nasional Etika Kehidupan Berbangsa" di gedung Nusantara IV, Komplek Parlemen RI, Senayan, Jakarta, Senin 9 Nopember 2020

Gaungriau.com (JAKARTA) -- Bekerja sama dengan Komisi Yudisial (KY) dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) akan menggelar acara Konferensi Nasional ke-II Etika Kehidupan Berbangsa pada Rabu 11 Nopember 2020 pukul 10.00 WIB, di Gedung Nusantara IV DPR MPR, Jakarta.

Menurut Ketua MPR RI Bambang "Bamsoet" Soesatyo pelaksanaan Konferensi Nasional ini salah satu hasilnya menekankan pentingnya dilakukan integrasi sistem kode etik, dan dibangunnya konstruksi struktur etika dalam jabatan-jabatan publik, baik di lingkungan eksekutif, legislatif, yudikatif, maupun organisasi-organisasi profesi lainnya, dengan berpedoman pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia (UUD NRI) Tahun 1945.

"Penyelenggaran acara ini untuk yang kedua kalinya dilaksanakan MPR. Sebelumnya acara itu diselenggarakan pada akhir Mei 2017, jadi tiga tahun yang lalu," ujar Bamsoet dalam konferensi pers bersama Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah, Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Muhammad, Ketua Komisi Yudisial (KY), Jaja Ahmad Jayus di lobi Gedung Nusantara IV Komplek MPR/DPR RI Senayan, Jakarta, Senin 9 Nopember 2020.

Bamsoet menjelaskan, acara Konferensi Nasional upaya menekankan pentingnya integrasi sistem kode etik dan dibangunnya struktur etika jabatan-jabatan publik baik yang di eksekutif, yudikatif maupun organisasi profesi lainnya dengan berpedoman kepada Pancasila dan UUD 1945.

Selain itu, Bamsoet juga mengatakan acara ini diselenggarakan dalam rangka pemasyarakatan dan implementasi kegiatan MPR tentang Etika Kehidupan Berbangsa untuk mendorong upaya penataan dan pembinaan sistem etika jabatan publik dalam penyelenggarakan negara dalam jabatan-jabatan profesi untuk kepentingan umum yang membutuhkan kepercayaan.

"Etika kehidupan berbangsa tersebut hikmatnya yang bersumber dari ajaran agama khususnya yang bersifat universal dan nilai-nilai luhur budaya bangsa yang tercermin dalam Pancasila sebagai acuan dasar berpikir, bersikap dan bertingkah laku dalam kehidupan berbangsa," tuturnya.

Bamsoet menyebut, tujuan penyelenggaran Konferensi Pers Etika Kehidupan Berbangsa ini antara lain adalah pertama mendorong lahirnya gagasan dan pemikiran yang konstruktif sebagai masukan mengenai arah kebijakan dan implementasi Ketetapan MPR No. VI/MPR‎/2001.

Lalu, kedua memberikan masukan kepada pemerintah dan DPR RI dalam rangka penegakan etika kehidupan berbangsa melalui kedudukan UU, khususnya tentang UU Etika Jabatan Publik.

"Ini penting karena hingga saat ini setelah 19 tahun ketetapan MPR No. VI/MPR/2001 pengaturan lembaga etik yang terintegrasi dalam bentuk peraturan perundang-undangan masih belum terbentuk," tegasnya.

Ketiga, lanjut Bamsoet, Konferensi diselenggarakan sebagai forum komunikasi pembinaan dan perundangan‎ antar lembaga-lembaga penegak kode etik untuk ditekankan peserta konvensi adalah perwakilann lembaga penegak kode etik dan lembaga negara, pemerintahan dan organisasi profesi, partai politik, organisasi kemasyarakatan dan juga akademik

"Kami berpandangan dengan mencermati adanya kondisi masa lalu dan masa kini serta potensi masa depan, maka implementasi pokok-pokok etika kehidupan berbangsa khususnya bagi peraturan perundang-undangan yang integratif dapat diwujudkan menjadi prioritas bersama," ujarnya.

Karena itu, Bamsoet berharap acara tersebut dapat merumuskan rekomendasi dalam upaya penegakan etika politik dan etika penegakan hukum yang berkeadilan.

"Mengingat situasi dan kondisi saat ini protokol kesehatan di masa pandemi maka konfrensi akan diselenggarakan dengan sistem secara daring dan luring. Jumlah kehadiran fisik kami batasi sebanyak 100 orang," katanya.**(bam)