Gaungriau.com (PEKANBARU) -- Menyebarnya informasi hoax tentang penundaan penyelenggaraan haji tahun 2021 ini mendapatkan perhatian khusus dari Kantor Wilayah Kementrian Agama (Kanwil Kemenag) Riau. Dan ini membuat Kepala Kanwil Riau, Mahyudin, pun mesti terlibat langsung untuk memberikan pemahaman yang jelas kepada masyarakat.

Seperti yang dilakukan Mahyudin pada Rabu 9 Juni 2021 yang bertemu dengan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (NU) Riau periode 2004-2014, KH Badarali Madjid, di Pekanbaru.

"Saya punya tanggungjawab untuk menjelaskan kepada masyarakat tentang informasi yang benar tentang penundaan haji ini sehingga masyarakat tidak tersesatkan dengan informasi hoax," kata Mahyudin.

Menurutnya, pembatalan pelaksanaan ibadah haji 2021 ini murni atas dasar mengutamakan keselamatan bangsa.

"Pemerintah ingin memberikan perlindungan kepada bangsanya agar selamat dari pandemi jika tetap menyelenggarakan haji tahun ini," katanya.

Ditegaskan Mahyudin, calon jemaah haji hanya mengalami penundaan saja. Bukan dibatalkan.

"Jemaah ditunda pelaksanaan ibadah hajinya untuk tahun mendatang karena semua kita diwajibkan untuk menjaga jiwa kita. Ada resiko tinggi jika tetap memberangkatkan jutaan jemaah Indonesia ke luar negeri dimana pandemi masih cukup mengkhawatirkan," jelasnya lagi.

Mendapatkan penjelasan ini, KH Badarali Madjid mengaku terbantu mendapatkan penjelasan dari sumber yang tepat.

"Selama ini banyak sekali hoax yang menyebar di masyarakat tentang haji," katanya.

"Kita yakin pemerintah memiliki dasar yang jelas dan bermanfaat luas bagi masyarakat dalam membuat sebuah keputusan, termasuk dalam hal penundaan keberangkatan jemaah haji ini," katanya.

Hadir juga dalam pertemuan tersebut, Sekretaris PWNU Riau 2014-2019, Dedi Syahrul dan Ketua PW Ansor Riau, Purwaji.**(rls)