Gaungriau.com (PEKANBARU) -- Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Riau Selasa 31 Agustus 2021 siang menggelar Media Gathering, kegiatan yang dilaksanakan secara virtual melalui aplikasi zoom meeting tersebut diikuti puluhan wartawan dari wartawan media online, cetak dan elektronik di Pekanbaru.

Selain Kepala BEI Riau Emon Sulaeman menjadi pembicara, dalam kesempatan itu ikut juga menyampaikan pemaparan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Riau, Muhammad Lutfi, dalam kesempatan itu IA menyebut peran media dalam mendukung aktifitas pasar modal sangat penting, terutama dalam memberi edukasi berkaitan dengan investasi.

"Terutama berkaitan dengan investasi bodong yang saat ini kembali marak terdengar, edkukasi tentang investasi ini memang masih sangat dibutuhkan masyarakat, dan bahkan aparat penegak hukum pun banyak yang meminta penjelasan tentang investasi ini," kata Lutfi.

Dia juga menyampaikan pembiayaan pasar modal menjadi sumber pertumbuhan ekonomi di tengah pandemi COVID-19. Pembiayaan pasar modal ini menjadi alternatif mengingat pandemi ini membatasi mobilitas masyarakat.

"OJK akan terus mendorong para emiten untuk mengeluarkan pembiayaan melalui pasar modal agar ruang-ruang sumber baru pertumbuhan ekonomi bisa dioptimalkan. Melalui kegiatan ini kita juga berharap mampu memberi edukasi baik bagi wartawan sebagai peserta, maupun nantinya masyarakat, melalui pemberitaan oleh media," pungkasnya.

Sementara Emon Sulaeman memaparkan bahwa pertumbuhan pasar modal di Indonesia hingga Juli 2021 cukup tinggi mencapai 75,1 persen. Dan itu juga terjadi di Provinsi Riau yang tumbuh secara masif dan terus mengalami peningkatan.

"Kaum milenial menjadi yang tertinggi dalam berinvestasi, baik secara nasional maupun ditingkat Provinsi Riau. Pertumbuhan tertinggi berada di skala usia 18-25 tahun yakni mencapai 74 persen, ini tentu sangat bernilai positif bagi pertumbuhan pasar modal di Provinsi Riau dan Indonesia kedepannya," kata Emon.

Emon menambahkan, hingga Juli 2021, Riau berada diposisi 10 Besar SID. Berada dibawah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten, Sumatera Utara, Bali, Daeah Istimewa Yogyakarta, dan Sumatera Selatan.

"Dengan demikian, di pulaua Sumatera, Riau berada di posisi ketiga. Ini tentu sangat bagus, dan angka ini diperkirakan akan terus naik hingga akhir tahuan mendatang," jelasnya.


44 Tahun diaktifkannya Pasar Modal Indonesia

Dalam kesempatan itu Emon juga memaparkan sejumlah kegiatan yang dilaksanakan BEI pada 44 tahun diaktifkannya kembali Pasar Modal Indonesia, melalui CSR dilakukan Santunan Nakes meninggal, Bantuan petugas pemakaman, SentraVaksinasi bersama OJK, Gerakan Rumah Oksigen, Perlengkapan kesehatan RS Darurat Covid, Donor Plasma dan bantuan Lainnya. "Untuk di Provinsi Riau tTelah dilakukan bantuan untuk Gerakan Rumah Oksigen," urainya.

Kegiatan lainnya adalah Publik ekpose live, yang dilaksanakan pada Senin-jumat 6-10 September, Sekolah PAsar Modal, akan dilaksanakan pada September-November, CMSE (Cavital Market Seminical Expo) Lomba KArya Tulis, Temanya Investasi berkelanjutan, investasi berdampak bagi people-planet-prosperity-peaca-patnetrship.

"Lomba Artikel Jurnalistik,, Lomba foto Jurnalistik, yang dilaksanakan 30 Agustus sampai 30 November 2021. Dan juga IDX GI-a-thon, April hingga Desemnber 2021. Mudah-mudahan melalui kegiatan ini berbagai kegiatan tersebut bisa terlaksana dengan baik dan sukses, karena dukungan dari media memang sangat membantu kami," pungkasnya.**(mad)