Gaungriau.com -- Dalam suasana penuh khidmat di Gedung DPRD Provinsi Riau, Gubernur Riau H. Abdul Wahid menganugerahkan penghargaan kepada dua tokoh besar asal Kabupaten Bengkalis, yakni almarhum Syekh H. Muhammad Yusuf dan almarhum H. Arsyad, MS. Kedua tokoh ini diakui atas dedikasi luar biasa dalam perjuangan kemerdekaan, pengembangan syariat Islam, pendidikan, kesehatan, serta pembelaan hak-hak masyarakat.

Penghargaan untuk Syekh H. Muhammad Yusuf diterima oleh ahli warisnya, Suriyati, sedangkan penghargaan untuk H. Arsyad, MS diserahkan kepada ahli warisnya, Zulkarnain.

Gubernur Riau menyampaikan rasa hormat mendalam terhadap jasa keduanya.

“Syekh H. Muhammad Yusuf dan H. Arsyad, MS adalah putra terbaik Kabupaten Bengkalis yang mengabdikan hidupnya untuk agama, bangsa, dan masyarakat. Penghargaan ini adalah wujud penghormatan atas jasa-jasa mereka yang tak ternilai,” ujar Gubernur.

Bupati Bengkalis Kasmarni yang turut hadir, mengaku bangga atas penganugerahan tersebut.

“Almarhum Syekh H. Muhammad Yusuf telah membangun pendidikan, kesehatan, serta mengajarkan nilai-nilai agama dengan penuh ketulusan. Sementara almarhum H. Arsyad, MS adalah pejuang tangguh yang sejak muda telah menentang penjajahan. Jasa mereka akan selalu dikenang,” ungkapnya.

Kasmarni juga berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Riau, khususnya Gubernur, yang telah memberikan penghargaan ini. Ia berharap generasi muda meneladani semangat perjuangan kedua tokoh tersebut.

Syekh H. Muhammad Yusuf
Lahir di Desa Balai Pungut, 25 April 1921. Memulai perjalanan keilmuan dari Syekh Imam Sabar hingga memperdalam Thariqat Naqsyabandiyah di Besilam, Langkat, di bawah bimbingan Syekh Abdul Wahab Rokan, hingga mendapat gelar Syekh.

Ia mendirikan Rumah Suluk Khairul Amal di Muara Basung dan berperan dalam pembangunan sekolah, puskesmas, serta memperjuangkan hak masyarakat lokal. Wafat 25 Januari 2006, dimakamkan di Muara Basung.

H. Arsyad, MS
Menempuh pendidikan di HIS sebelum kemerdekaan, lalu bekerja di kantor pejabat Belanda yang membangkitkan kesadaran nasionalismenya. Pada 14 Oktober 1945 ikut mendirikan Angkatan Pemberontak Indonesia (API) dan bergabung dalam Satuan Intelijen TNI berpangkat Serda. Wafat 10 Februari 2015, dimakamkan di Bengkalis.(inf)