Gaungriau.com -- Kelompok Tani Hutan (KTH) Siarang Arang Lestari menggelar pelatihan pembuatan pupuk kompos sebagai upaya mengoptimalkan pemanfaatan limbah organik sekaligus memperkuat praktik pertanian ramah lingkungan. Kegiatan yang bertujuan meningkatkan kapasitas kelompok dalam mengolah limbah organik menjadi pupuk kompos ini dilaksanakan di Desa Siarang Arang pada Rabu, 25 Februari 2026.

Sebelumnya, KTH Siarang Arang Lestari telah memperoleh dukungan berupa pembangunan rumah kompos yang dilengkapi dengan tiga bak pengomposan. Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya lanjutan untuk mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas tersebut agar lebih produktif dalam memenuhi kebutuhan pupuk bagi Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) bidang pertanian.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Pertamina yang dilaksanakan melalui Pertamina Foundation bersama Yayasan Gambut sebagai mitra pelaksana di tingkat lapangan. Program ini diarahkan untuk memperkuat pengelolaan kawasan Hutan Kemasyarakatan (HKm) sekaligus mendukung peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha pertanian berkelanjutan.

Sebanyak 50 peserta mengikuti pelatihan yang dilaksanakan melalui penyampaian materi dan praktik langsung pembuatan kompos. Narasumber yang terlibat antara lain Al Fajri dari Dinas Pertanian Kabupaten Rokan Hilir, Karya Rizki selaku praktisi pertanian dari salah satu NGO internasional yang bergerak di bidang pendampingan petani kelapa sawit, serta Mawardi selaku Ketua KUPS Pertanian KTH Siarang Arang Lestari. Materi pelatihan mencakup dasar ilmiah proses pengomposan, pemilihan bahan baku dan bioaktivator, serta penerapan pupuk kompos dalam sistem pertanian berkelanjutan.

Pelatihan berlangsung secara interaktif melalui diskusi dan praktik lapangan sehingga mudah dipahami peserta. Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya sesi tanya jawab selama kegiatan berlangsung.

Sekretaris KTH Siarang Arang Lestari, Haspikal, menilai ketersediaan bahan organik di kawasan HKm Siarang Arang sangat melimpah dan berpotensi menjadi sumber pupuk bagi kegiatan pertanian kelompok.

"Di dalam kawasan HKm ketersediaan bahan organik sangat banyak, selain seresah daun juga terdapat kotoran hewan dari peternakan sapi. Selain itu, kelompok juga telah menanam berbagai komoditas seperti ubi kayu, tebu, cabai, serai, dan tanaman lainnya yang membutuhkan pupuk," ujar Mawardi.

Kepala Dusun sekaligus perwakilan Pemerintah Desa Siarang Arang, Sarno, menyampaikan apresiasi atas kegiatan pelatihan yang telah dilaksanakan di wilayahnya.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Gambut yang telah membimbing anggota KTH dan kelompok tani di desa kami dalam upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia masyarakat. Berbagai kegiatan yang dilaksanakan bersama Pertamina Foundation memberikan manfaat nyata karena masyarakat dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru yang dapat diterapkan secara langsung," ujar Sarno.

"Harapan kami ke depan, kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan semakin banyak dukungan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa. Kami berharap masyarakat Siarang Arang dapat semakin maju dan sejahtera," tambahnya.

Program Manager Yayasan Gambut, Zamharir, menuturkan bahwa pelatihan ini diharapkan mampu mendorong kelompok untuk memanfaatkan fasilitas yang telah tersedia secara optimal serta mengintegrasikan kegiatan rumah kompos dengan usaha peternakan dan pertanian yang dijalankan masyarakat.

"Harapannya melalui pelatihan ini kelompok dapat memproduksi pupuk kompos yang berkualitas sehingga tidak bergantung pada pupuk kimia, sekaligus mendukung sistem pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan," kata Zamharir.***