Tulungagung (ANTARA News) - Program pelatihan robotika yang digelar
Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) di MAN 2 Tulungagung, Jawa
Timur, Minggu, mendapat apresiasi dari kalangan pelajar dari berbagai
sekolah.
Pelatihan yang berlangsung selama dua hari, sejak Sabtu (12/9) itu
bahkan menarik minat kalangan siswa untuk mengikuti setiap materi
pendidikan maupun sesi praktikum, mulai dari tahap perakitan,
pemrograman hingga uji coba dan adu ketangkasan robot jenis pemadam
kebakaran dan pengangkut barang tersebut.
Pelatihan robotika itu diikuti oleh sedikitnya 25 siswa yang
terbagi dalam enam kelompok dari empat lembaga Madrasah Aliyah Negeri di
Tulungagung maupun Kabupaten Blitar.
"Di Jatim, kami bekerja sama dengan sedikitnya 25 lembaga madratsah
aliyah dari berbagai kota/kabupaten. Tiga di antaranya di Tulungagung
ini, dan satu di Blitar," kata Ketua Bidang Pengembangan Kurikulum
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat ITS, Dr Chusairy di
Tulungagung.
Para siswa MA tidak memiliki kemampuan dasar elektronika yang
lengkap sebagaimana siswa sekolah kejuruan (SMK), namun menurut
Chusairy, animo siswa madratsah aliyah cukup besar.
Terbukti, sejak program pelatihan yang dikemas dalam kegiatan
pengabdian masyarakat di bidang pendidikan teknologi kreatif itu
diluncurkan pada 2006 di Pamekasan, hingga saat ini jumlah peminat terus
bertambah.
Namun, kata Chusairy, pihak LPPM ITS untuk sementara masih
membatasi kerjasama pelatihan melalui program pendidikan setara D-1
tersebut hanya dengan madratsah yang memiliki keseriusan dalam
mengembangkan kegiatan ekstrakurikuler robotika bagi siswa-siswinya.
"Selain itu kami juga terkendala keterbatasan SDM (sumber daya
manusia), karena jika semua ditampung justru tenaga pelatihnya yang
tidak ada (kurang)," ujarnya.
Kendati begitu, lanjut dia, LPPM ITS tetap berkomitmen untuk terus
memperkenalkan sekaligus mengembangkan kurikulum robotika di kalangan
pelajar, meskipun hanya masuk dalam kegiatan ekstrakurikuler.
Menurut dia, pengenalan dunia robotika dalam ranah pendidikan siswa
madratsah aliyah penting guna memopulerkan teknologi kreatif di
kalangan pelajar MA/MAN.
"Fokus yang kami sasar dalam program ini memang siswa MA/MAN karena
berdasar data penerimaan mahasiswa baru di ITS, rasio mahasiwa baru di
kampus kami yang berlatar belakang madrasah (aliyah) tidak sampai lima
persen," ungkapnya.
Dalam kegiatan pelatihan robotika di MAN 2 Tulungagung itu sendiri
diikuti oleh empat madrasah aliyah negeri, yakni MAN 1 Tulungagung, MAN 2
Tulungagung, MAN 3 Tulungagung, serta MAN Tlogo Kabupaten Blitar.
Bersama sekolah/madrasah lain di Jatim, mereka akan diperlombakan
dalam satu eksebisi bertajuk "Prodistik in Competition IT in Madratsah"
yang digelar ITS pada 21 November 2015.
Editor: Ruslan Burhani




