Gaungriau.com -- Menteri Pariwisata Arief Yahya akan mengaktifkan tim Crisis Center untuk menyikapi berbagai hal. Selain masalah erupsi gunung raung, juga adanya asap pekat di seluruh daratan Sumateran, Kalimantan hingga ke Batam mengakibatkan ditutupnya 13 bandara di Indonesia.
Menurut Arief Yahya konektivitas dan aksesibilitas pariwisata itu terbesar dari lalulintas udara. Jika bandara ditutup, sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan, maka tidak ada kepastian bagi wisatawan untuk terbang. Industri airline, hotel, restoran, tour and travel, objek wisata dan ekonomi yang di-drive oleh sektor ini pun terganggu.
“Bandara harus tutup, berbagai iven Internasional ditunda, pariwisata betul-betul tertekan. Kami aktifkan tim Crisis Center, untuk mencari jalan keluar yang terbaik,” ujar Arief Yahya di Jakarta, Rabu 16 September 2015.
Mantan Dirut PT Telkom Indonesia ini menyatakan 13 bandara yang tidak bisa beroperasi karena jarak pandang yang di bawah ambang batas normal dan membahayakan penerbangan. Di Bandara Tapak Tuan Aceh misalnya, jarak pandang maksimal hanya 3.000 meter. Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya, Kalteng malah hanya 50 meter dengan asap yang makin kental. Otoritas bandara sudah otomatis tidak mengizinkan landing dan take off pesawat, karena pertimbangan keamanan.
Bandara lain yang juga ditutup adalah Bandara Melak Kutai Barat, Bandara Syamsuddin Noor Banjarmasin Kalsel, Bandara Sultan Thaha Jambi, Bandara Supandio Pontianak Kalbar, Bandara Iskandar Pangkalan Bun, Bandara H Asan Sampit Kalteng, Bandara Kalimaru Tanjung Redep Kaltim.
Bandara Sultan Mahmud Badaruddin Palembang Sumsel, Bandara Raja H Abdullan Tanjung Balai Karimun Kepri, Bandara Malinau Kaltara, Bandara Rahadi Oesman Ketapang Kalbar.
“Berapa ribu orang yang gagal terbang? Berapa wisawatan mancanegara yang tidak bisa masuk dan berpindah kota? Berapa wisatawan domestik yang harus balik kanan dan batal bepergian? Berapa potential loss-nya? Alternarifnya bagaimana? Tim Crisis Center akan terus menghitung. Ini pressure yang luar biasa buat dunia pariwisata kita yang sedang bertumbuh,” katanya.**(bam)













