Gaungriau.com -- Meski cuaca dan udara di Kota Pekanbaru khsusnya dan Riau pada umumnya yang sudah mulai membaik, namun untuk mencabut status tanggap darurat Kabut asap Provinsi Riau, akan dilakukan monitoring terlebih dahulu hingga beberapa hari kedepan.
Hal itu ditegaskan Danrem 031/WB Brigjend TNI Nurendi menjawab wartawan, Senin (21/9) dikantor Gubernur Riau. "Untuk menetapkan status tanggap darurat itu kan kita melakukan monitoring selama beberapa hari, jadi ketika hari ini Riau cerah, belum serta merta status itu bisa langsung dicabut," jelas Nurendi, di Kantor Gubernur Riau.
Dia mengaku kalau hari ini banyak mendapat telpon dari pihak seperti Dinas Pendidikan, dan juga Dina Kesehatan terkait kondisi cuaca yang sudah mulai membaik saat ini, khsusnya Dinas Pendidikan yang terkait dengan meliburkan peserta didik.
"Tadi saya katakan, kalau Disdik dan pihak kesehatan memberikan rekomendasi agar peserta didik sekolah kembali, kita persilahkan, karena jika terlalu lama mereka ketinggalan pelajaran karena libur, inikan juga tidak baik," ujar Dia.
Hanya saja untuk status tanggap darurat, sekali lagi danrem menjelaskan kalau ada prosedur yang harus dilaui, yakni akan melihat kondisi cuaca dalam waktu tiga atau Empat hari kedepan.
"Karena inikan tidak main-main, jadi Plt Gubernur itu ketika mengeluarkan keputusan, harus betul-betul berdasarkan kondisi rill yang terjadi, jadi kita berharap tentu kabut asap ini akan hilang atau tidak lagi timbul, karena ini sangat memberi dampak negatif untuk berbagai sektor," ungkapnya.**(mad)








