TEMBILAHAN -- Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diminta untuk lebih fokus pengembangan qori dan qori'ah agar bisa memperbaiki prestasi pada Musabaqah Tilawatil Quran tingkat Provinsi Riau kedepannya.

Hal itu disampaikan oleh Ketua DPD KNPI Inhil, Hidayat Hamid beberapa waktu lalu. Menurutnya, pembinaan kepada qori dan qori'ah saat ini masih sangat minim.

"Kemarin pada MTQ Riau di Siak, Pemkab mentargetkan minimal lebih berprestasi dari tahun sebelumnya, namun pada kenyataannya peringkat Inhil malah anjlok," ungkapnya.

Hal ini tidak bisa dibiarkan. Pemerintah melalui Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Inhil harus memberikan pembinaan yang lebih kepada tunas-tunas berbakat Inhil.

"Bukan hanya memperhatikan pendidikan mereka, yang lebih penting adalah pemerintah juga bisa memperhatikan. Bagaimana perekonomian mereka. Terutama untuk guru-guru pengajar. Banyak mereka yang memiliki kemampuan, namun riak bisa fokus mengajar karena desakan elonomi," jelasnya.

Untuk itu, Hidayat Hamid akan menunggu komitmen yang pernah dikatakan Bupati Wardan saat melepas keberangkatan kafilah Inhil yang akan mengikuti MTQ Provinsi Riau di Siak beberapa bulan yang lalu.

Pada kesempatan itu, Bupati menyatakan bagi peserta yang berprestasi dapat diangkat menjadi imam di masjid utama di ibukota kabupaten, kecamatan dan desa serta diberi honor yang memadai, untuk jaminan kehidupannya kedepan.

"Disayangkan, selama ini mereka yang berprestasi ini dibiarkan begitu saja dan tanpa pembinaan. Sehingga tidak diketahui juga dimana mereka tinggal. 
Maka, saya telah bicarakan dengan Plt Sekda dan Bagian Kesra agar mereka ini dapat dibina dan diberikan honor sebagai imaM. Kalau untuk itu kan bisa kita anggarkan," kata Wardan.

Untuk itu, sejak saat ini mulai dilakukan pengkaderan dan memilih putera daerah untuk berlaga di ajang MTQ Provinsi Riau, sehingga didapat qori' dan qori'ah yang berprestasi dan juga dapat melakukan pengembangan seni tulis baca Al Qur'an.**(suf)