• Para peserta dan pemateri saat menfmghadiri seminar internasional

TEMBILAHAN - Pendiri Universitas Islam Indragiri (Unisi) sekaligus Dewan Pembina Yayasan Tasik Gemilang (YTG), DR H Indra Muklis Adnan, Rabu 2 Desember 2015 membuka seminar internadional  yang dipusatkan di Gedung Daerah Engku Kelana, Jalan Baharuddin Jusuf Tembilahan.

Acara ini disponsori oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unisi. Seminar Internasional yang akan dilaksanakan selama tiga hari ini, diikuti sebanyak 400 peserta, yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, guru, dosen, dan masyarakat umum yang berasal dari Inhil, bahkan kabupaten / kota lain seperti Inhu, Pekanbaru, Batam, Jambi dan Batam.

Rektor Unisi, DR R Sri Handayani dalam sambutannya mengatakan, seminar ini dilaksanakan untuk keberlansungan usaha-usaha kreatif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dalam perspektif pemberdayaan masyarakat yang diikhtiarkan secara kreatif oleh Unisi dalam rangka menyongsong dan menghadapi pasar ekonomi global kususnya dalam menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA ).

"Seminar ini juga diselenggarakan terkait dengan hasil penelitian yang dilakukan mahasiswa Unisi dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun Ajaran 2014/2015, yang kami sebut KKN Tematik Berpengabdian Masyarakat Berbasis Riset dan Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM)," tutur Rektor Unisi .

Senada dengan itu, Kepala YTG, Edi Syafwannur SE MP berharap agar kegiatan seminar ini tidak hanya sekali dilaksanakan, namun dilanjutkan secara periodik yang dikaitkan dengan masalah kekinian, sehingga bisa membuka cakrawala berpikir baik bagi akademika maupun masyarakat Inhil.

"LPPM teruslah buru kegiatan-kegiatan seperti ini, kami akan selalu membackup selama itu untuk ilmu pengetahuan dan pengabdian kepada masyarakat," tambahnya.

Sementara itu, Pendiri Unisi sekaligus Dewan Pembina YTG, DR H Indra Muchlis Adnan SH MH MM, Ph.D menjelaskan, tema yang diangkat dalam seminar Internasional ini telah diteliti oleh Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas).

"Saya juga bersama Prof DR Sutejo hampir satu tahun melakukan studi terkait tema hari ini. Setelah kegiatan seminar Internasional ini, akan dibuat sebuah buku yang diharapkan dapat menambah wawasan bagi pembaca dan masyarakat," imbuhnya. ** (Suf)