PEKANBARU -- Pimpinan Wilayah (Pimwil) Muhamadiyah Riau yang dinahkodai oleh H. Wan Abu Bakar resmi dilantik. Pengukuhan PW Muhamadiyah Riau periode 2016 s/d 2020 dilakukan oleh Ketua Umum Muhammadiyah Pusat, Dr H Haedar Nashir, Jumat 5 Februari 2016 di Hotel Arya Duta Pekanbaru.
 
Hadir dalam acara pengukuhan PW Muhamadiyah Riau yakni Plt Gubri yang diwakili Asisten I I Setdaprov Riau Masperi, Forkompida, Bupati dan Wako se Riau, Ketua Pimwil Riau, Pinwil Aisiyah Riau, Walikota Pekanbaru Firdaus MT, ST, dewan pembina H Saleh Djasit, tokoh perempuan Riau Azlaini Agus, mantan walikota Pekanbaru Herman Abdullah, Rektor UMRI H Mubarak dan ratusan undangan.

Ketua Umum Muhamadiyah Pusat Haedar Nashir mengatakan Muhamadiayah dibawah pimpinan Wan Abu Bakar dapat terus membawa masyarakat Riau khususnya islam semakin berkemajuan.”Bagi kita memimpin bukan jabatan, kekuasaan, kebanggaan, tapi dalam tradisinya adalah tanggung jawab sebagai wujud ibadah kepada Allah,” kata Haeder.
 
Selain itu, kata Haedar, pemimpin memiliki tanggung jawab yang besar sebagai leader mengatur, menggerakkan, memanage, sedikit bicara banyak berbuat yakni kata dan tindakan harus sejalan.

”Sekali kita kehilangan kepercayaan dari masyarakat kita akan kehilangan arah, pedoman. Makanya disini kita terpanggil untuk meluruskan dan menegakkan nilai nilai islam sehingga menjadi hal yang dihayati dalam kehidupan sehari hari,” katanya.
 
Dia juga mengatakan agama harus menjadi sumber nilai kehidupan sebagai penggerak tegaknya nilai agama yang berbasis pada pancasila. Dalam kepemimpinan islam itu selain sebagai pedoman juga mampu mengurus urusan dunia, menegakkan nilai nilai kebajikan yang harus tegak secara publik.

"Mengurus dunia merupakan bagian dari ibadah, dengan nilai yang mencerahkan dari keislaman kita menyinari kehidupan, tidak hanya sukses secara dunia menuju islam berkemajuan yang kuat habbuluminanas dan habluminallah,” pungkasnya.

Pimpinan Wilayah Muhamadiyah Riau Wan Abu Bakar dalam sambutanya mengatakan dalam memimpin organisasi keagamaan terbesar ini diperlukan kerjasama yang baik guna menuju cita cita muhamadiyah itu sendiri. Selain itu, pergerakan muhammadiyah menuju pencerahan umat kedepan perlu terus ditingkatkan.

"Saya ini dibesarkan dan bergaul di muhammadiyah tapi saya adalah orang yang awam. Meskipun awam tapi kini saya bisa mengabdi sesuai dengan yang diamanahkan oleh Muktamar," kata Wan.
 
Wan Abu Bakar juga mengatakan muhamadiyah siap bergandeng tangan dengan Pemerintah Provinsi Riau dan kabupaten/kota. Visi muhammadiyah juga sejalan dengan visi Provinsi Riau dan kabupaten/ kota yakni sebagai wilayah yang berbudaya melayu yang agamis menuju masyarakat yang madani serta menjadikan pusat kebudayaan melayu.

Sementara, Plt Gubri yang diwakili Asisten II Sekdaprov Riau Masperi mengatakan bahwa muhammadiyah telah menyebarkan dakwah sebagai masyarakat yang bergerak dari sosial ke masyarakat yang menghargai tinggi ilmu pendidikan dengan organisasi keagamaan.**(mad)