DUMAI -- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kota Dumai semakin gencar melakukan sosialisasi. Hal tersebut dilakukan agar masyarakat mengerti betul akan arti pentingnya perlindungan tenaga kerja. Sesuai UU No 24 Tahun 2011, mulai 1 Juli tahun 2015 BPJS Ketenagakerjaan telah beroperasi penuh. Ada dua (2) BPJS, diantaranya BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.

BPJS Ketenagakerjaan memiliki empat (4) program diantaranya Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Pensiun. Bahkan yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan bukan saja pekerja di perusahaan, tapi tenaga kerja bukan penerima upah (BPU) serta pelaku usaha mandiri berhak mendapat perlindungan sosial sesuai program BPJS Ketenagakerjaan.
 
Sebanyak 56 masyarakat dari berbagai kelurahan di Kecamatan Dumai Barat mengikuti sosialisasi yang dihadiri perwakilan Disperindag Kota Dumai serta Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan (Disnakanla) Kota Dumai tersebut. 

"Setiap perusahaan dan usaha mandiri wajib mendaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Masyarakat  bisa memilih apakah hanya ikut program JKK atau JKM atau sekalian ikut program  JHT,"jelas Kepala Bidang Pemasaran BPJS Ketenagakerjaan Kota Dumai Yusuf Delfi dalam sosialisasi Program BPJS Ketenagakerjaan di kantor Camat Dumai Barat, Kamis 7 April 2016.

Sebelumnya Kepala Cabang (Kacab) BPJS Ketenagakerjaan Kota Dumai Riadh menjelaskan bahwa selama ini BPJS Ketenagakerjaan Kota Dumai telah melakukan sosialisasi ke pasar-pasar tradisional dan melalui media masa, Riadh memiliki cara sendiri. "Kita akan membangunkan alam bawah sadar masyarakat akan arti pentingnya ikut program BPJS Ketenagakerjaan dengan melalukan pendekatan melalui paguyuban suku-suku di Dumai,"katanya.

Mengingat Paguyuban merupakan kelompok sosial yang anggota-anggotanya memiliki ikatan batin yang murni, bersifat alamiah, dan kekal, serta terdapat ikatan batin yang kuat antaranggota dan hubungan antar anggota bersifat informal maka sangat mungkin bersinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan pemahaman akan arti pentingnya perlindungan social anggotanya. "Ya tahun 2016 ini kita mulai pendekatan melalui Paguyuban semua suku yang ada di Dumai,"jelasnya.

BPJS Ketenagakerjaan kota Dumai sendiri, selain telah melakukan sosialisasi kepada berbagai perusahaan dan stakeholder lainnya, pegawai BPJS Ketenagakerjaan kota Dumai turun langsung ke lapangan menemui para pekerja informal. Sejumlah rumah makan, toko bangunan, bengkel las dan tenaga kerja informal lainnya ditemui langsung ke lapangan. Pegawai BPJS Ketenagakerjaan ntak segan-segan turun langsung  ke lapangan. Sosialisasi di sejumlah pasar tradisional di kota Dumai juga sudah dilakukan.