PEKANBARU -- Ratusan anak putus sekolah di Provinsi Riau mengikuti Workshop Penyalahgunaan Narkoba, Kegiatan yang dilaksanakan oleh Bidang Pendidikan Non Formal Informal (PNFI) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Riau itu, dibuka secara resmi oleh Kepala Disdikbud Riau Dr H Kamsol, Rabu 20 April 2016, di Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru.
Dalam kesempatan itu Kamsol mengatakan masalah saat ini yang dihadapi bangsa Indonesia dan harus segera diatasi yakni penyalahgunaan narkoba, radikalisme dan Lesbian/Gay, Biseksual Transgender (LGBT). Generasi muda sebagai penerus bangsa harus bebas dari penyalahgunaan narkoba.
"Sebab, adik-adik akan menjadi pemimpin bangsa kedepanya. Walaupun adik anak putus sekolah tapi adik harus jauhi bahaya naroba. Jangan kenal apalagi mengunakan narkoba. Oleh karena itu saya ingatkan peserta didik jauhi narkoba. Jangan coba-coba gunakan narkoba, bisa candu yang akhirnya bisa merusak diri sendiri, bangsa dan agama,” kata Kamsol.
Sementara Kepala Bidang PNFI Disdikbud Riau Dra Dewi Riawati Andamari mengatakan, tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan peserta dalam hal penyalahgunaan narkoba. Membedayakan masyarakat tentang bahaya narkoba serta mencegah dan memberantas narkoba di tengah masyarakat.
”Saya harapkan kegiatan ini bisa tersosialisasi dengan baik bagi anak putus sekolah untuk menjauhi terhadap penyalahgunaan narkoba,” kata Dewi.
Ditambahkannya, jumlah peserta kegiatan ini sebanyak 240 orang berasal dari anak putus sekolah, anak jalanan, dan pengamen, serta ditambah pendamping dua orang dari 12 kabupaten/kota. Kegiatan ini berlangsung hingga Sabtu, 23 April 2016 mendatang. Sebagai narasumber dari Mapolda Riau Direktur Narkoba Polda Riau Dinas Kesehatan Provinsi Riau, dan Purna Caraka Muda Provinsi Riau.**(zal)





