PEKANBARU -- Relawan Rumah Zakat (RZ) kembali taja kegiatan kampus relawan bertajuk seni bela diri dan diikuti oleh beberapa relawan perempuan di lapangan Mesjid Annur Pekanbaru, Sabtu 21 Mei 2016.
Kegiatan ini dipandu oleh seorang atlet karate Pekanbaru sebagai pemegang sabuk hitam, Yulia Ika.
Dimulai dengan beberapa gerakan pemanasan, relawan akhwat terlihat sangat antusias dalam mengikuti setiap instruksi yang diberikan oleh Yulia.
Kemudian dilanjutkan dengan beberapa gerakan dasar yaitu berupa pukulan perut (oi chuki cudan), pukulan kepala (oi chuki jodan), tangkisan kepala (age ukek), tangkisanan arah perut dari luar ke dalam (ude uke), tendangan (meigeri), dan aplikasi komite.
Yulia menyampaikan bahwa bela diri penting untuk pertahanan diri. "Bela diri berguna untuk menekan angka kejahatan yang saat ini begitu marak terjadi, terutama pada wanita. Setidaknya bagi wanita bisa mempertahankan dirinya sendiri," jelas Yulia.
Selain Yulia, relawan yang sudah terbiasa dengan kegiatan bela diri, Hetri menuturkan dengan menguasai seni bela diri, wanita kedepannya bukan lagi menjadi sasaran empuk tindak kriminal.
"Wanita sudah harus bisa bela diri sehingga tidak lagi kita dengar berita-berita memprihatinkan mengenai wanita seperti saat ini," tutur Hetri yang kerap disapa Eet ini.**(rls)
Kegiatan ini dipandu oleh seorang atlet karate Pekanbaru sebagai pemegang sabuk hitam, Yulia Ika.
Dimulai dengan beberapa gerakan pemanasan, relawan akhwat terlihat sangat antusias dalam mengikuti setiap instruksi yang diberikan oleh Yulia.
Kemudian dilanjutkan dengan beberapa gerakan dasar yaitu berupa pukulan perut (oi chuki cudan), pukulan kepala (oi chuki jodan), tangkisan kepala (age ukek), tangkisanan arah perut dari luar ke dalam (ude uke), tendangan (meigeri), dan aplikasi komite.
Yulia menyampaikan bahwa bela diri penting untuk pertahanan diri. "Bela diri berguna untuk menekan angka kejahatan yang saat ini begitu marak terjadi, terutama pada wanita. Setidaknya bagi wanita bisa mempertahankan dirinya sendiri," jelas Yulia.
Selain Yulia, relawan yang sudah terbiasa dengan kegiatan bela diri, Hetri menuturkan dengan menguasai seni bela diri, wanita kedepannya bukan lagi menjadi sasaran empuk tindak kriminal.
"Wanita sudah harus bisa bela diri sehingga tidak lagi kita dengar berita-berita memprihatinkan mengenai wanita seperti saat ini," tutur Hetri yang kerap disapa Eet ini.**(rls)



