TEMBILAHAN -- Masyarakat Kelurahan Teluk Pinang Kecamatan Gaung Anak Serka sudah gerah dengan kelakuan PLN sub Rayon di sana.

Pasalnya, PLN masih saja melakukan pemadaman. Apalagi pemadaman tersebut diwaktu yang tidak tepat, yakni magrib dan dini hari yang tentunya menjadi waktu istimewa bagi masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa.

"Kami kesal, masak padam harus saat berbuka dan sahur sih. Harusnya PLN mengatur pemadaman sesuai dengan kondisi di masyarakat, jangan seperti ini," katanya.

Sementara itu, pihak Perusahaan Pembangkit Listrik Negara (PLN) Rayon Tembilahan mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya masih melakukan pekerjaan terhadap tambahan satu unit mesin di PLN Sub Rayon Teluk Pinang.

"Sampai saat ini masih menyiapkan untuk operasi mesin tambahan dan masih bekerja siang dan malam. Mudah-mudahan dalam beberapa hari ini bisa operasi," sebut Kepala PLN Rayon Tembilahan, Syaeful Hanan kepada awak media, Rabu 8 Juni 2016.

Dia mengatakan bahwa pihaknya tetap berusaha semaksimal mungkin agar mesin yang baru itu bisa berfungsi maksimal.
Selain itu, Syaeful juga mengatakan bahwa pihaknya saat ini ada beberapa material pendukung yang harus dipasang.

"Sebetulnya tadi sudah operasi dan sudah dibebani. Cuman, ada alat kontrol kita yang tidak berfungsi. Jadi, besok itu yang akan kita lengkapi lagi," tuturnya.

Tidak itu saja, Syaeful juga mengatakan bahwa pada saat bulan Ramadan beban yang dialami oleh PLN Sub Rayon Teluk Pinang melangalami peningkatan.

"Kenaikan beban disana, bulan puasa ini cukup tinggi. Biasa beban disana 650 KW, sekarang mencapai 730 KW," tukasnya.**(suf)