TEMBILAHAN -- Bupati Inhil di wakili Asisten II Setda Inhil Drs.Rudiansyah menghadiri  Focus Group Discussion (FGD) Penyelesaian Permasalahan Expor dan Impor (Rencana Pengaturan  Tata Niaga Ekpor Kelapa Bulat) di Hotel Premiere Pekanbaru, Rabu 13 Juli 2016, kemarin.

Dalam acara ini turut hadir juga Kepala Dinas Perkebunan dan Kabid Perdagangan Disperundag Inhil, Ketua  dan Wakil Ketua Komisi 2 DPRD Inhil serta Anggota, salah seorang Eksportir Kelapa yang ada di Inhil H.Sudirman dan Ikatan Petani Kepala Rakyat (IKPR) Inhil M.Nasir.

 FGD yang di buka Kadisperindag Provinsi Riau di laksanakan selama 1 hari di taja Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Riau bekerjasama dengan Ditjen Perdagangan Luar Negeri-Kementrian Perdagangan RI dengan mengundang Kabupaten Kepulauan Meranti, Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Inhil yang menghadirkan narasumber 2 orang dari Kementrian Perdagangan RI dan 2 orang dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Inhil.     

Asisten II Setda Inhil saat menghadiri FGD menyampaikan, kondisi kelapa yang ada di Daerah Kabupaten Inhil saat ini sudah sangat jauh dari harapan.

"Padahal pada tahun tahun 70-an merupakan primadona bagi masyarakat Inhil selain itu di pengaruhi juga harga kelapa yang saat ini sudah sangat murah di Daerah Kabupaten Inhil sehingga masyarakat kita tidak bisa melakukan perawatan terhadap kelapa dan lahan mereka yang saat ini sudah mendapat ancaman hama dan abrasi air laut," katanya.

Sedangkan Edi Gunawan wakil Ketua Komisi 2 DPRD Inhil pada FGD ini juga menyampaikan, sesaui kenyataan di lapangan, untuk memperbaiki persolan kelapa harus memperhatikan turunan kelapa itu sendiri sehingga nilai tambah bagi masyarakat Petani Kelapa di Inhil.

"Di samping itu petani kelapa saat ini butuh harga kelapa yang memadai dan uang untuk melakukan peremajaan kelapa. Maka dari itu di harapkan kepada Pemerintah Pusat untuk bisa mengatur regulasi harga kelapa.

Pada FGD yang di taja Disperindag Provinsi Riau menghasilkan 10 kesimpulan yang merupakan upaya untuk menyelamatkan perkebunab kelapa di Inhil. Nantinya, kesimpulan pertemuan tersebut akan di sampaikan kepada Mentri Perdagangan RI.**(Adv/pemkab/suf)