Harga Sawit dan Karet Terus Melemah, Kehidupan Petani Lesu
Selasa, 02 Agustus 2016 - 00:00:00 WIB
TELUK KUANTAN --Kehidupan masyarakat petani khususnyaa di Kuantan Singingi makin bertambah lesu, pasalnya harga mata pencaharian pokok warga seperti Karet dan Sawit makin hari makin menurun.
Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan nilai kebutuhan hidup sehari yakni disamping harga sembako terus naik, sementara yang menjadi sumber penghasilan petani mala menurun sehingga tidak ada kolersi antara pendapatan dengan nilai barang yang dibutuhkan.
Dari data yang berhasil dihimpun dilapangan, dimana untuk harga karet saat ini hanya berkisar Rp 6000 per Kg sementara harga sawit kembali turun mencapai Rp 1100 hingga 1000 per Kg.
salah seorang warga Ijon mengatakan, saat ini kehidupan warga petani pada umumnya benar benar sangat sulit, bahkan boleh dikatakan sangat menderita, karena harga kebutuhan pokok terus naik, sementara harga yang menjadi sumber mata pencaharian petani seperti karet, malah terus menurun.
"Jadi harga kebutuhan pokok kondisinya berbanding terbalik dengan harga karet yang menjadi sumber pencaharian petani. Saya tidak tau kenapa harga karet ini tidak pernah naik, sepertinya pemerintah membiarkan kondisi ini,"Ujarnya.
Senada dengan Ijon, warga Teluk Kuantan Ahmat mengatakan, sebenarnya kalau ada sumber pencaharian lain selain karet yang dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka, warga yang selamaa ini menyadap karet dipastikan akan berpindah melakukan pekerjaan lain selain menyadap karet.
"Bagaimana lagi bang, tidak ada pekerjaan lain, maka mau tak mau terpaksa kita menakik saja, sementara mendompeng emas juga dilarang pemerintah, nanti tertangkap akhirnya anak bini terlantar pulak," Kesalnya.
Begitu juga dengan Saiful yang juga warga Taluk Mengatakan, dulunya harga karet mulai naik sedikit sehingga petani karet mulai semangat menakik, bahkan kebun karet yang selama ini sudah semak akibat tidak ditakik, kembali diterangi untuk ditakik. Tetapi kenaikan tersebut cuma sekedar harapan saja, dimana beberapa hari setelah itu kembali turun bahkan turunnya lebih dibawah dari harga yang murah dahulu.
"Kemudian disamping itu bagi warga yang mempunyai kebun sawit agak bersukur beberapa minggu yang lalu, tetapi ternyata belakangan ini harga sawit juga ikut turun," ungkapnya.
Dengan kondisi tersebut, mereka berharap agar pemerintah bisa mencarikan jalan keluarnya. "Minimal bisa mencegah terus naiknya harga kebutuhan pokok," pungkasnya.**(am)
Bagaimana Pendapat Anda?
Bagikan Ke Yang Lainnya
Berita Lainnya
-
Selasa, 16 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
Sebulan Lagi, Minyak Goreng Curah Dilarang Beredar di Pekanbaru
PEKANBARU -- Jika tidak ada aral melintang, Tanggal 27 Maret mendatang peredaran minyak goreng curah akan dilarang di Kota Pekanbaru. Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru, Mas Irba H Sulaiman mengatakan bahwa saat…
-
Selasa, 16 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
120 Milyar Rupiah Untuk Pembangunan Kecamatan Batang Tuaka
BATANG TUAKA -- Masyarakat Kecamatan Batang Tuaka mendapat angin segar pada tahun 2016 ini. Pasalnya, anggaran pembangunan yang pada tahun sebelumnya hanya Rp 40 miliar, pada tahun 3016 ini naik 300 persen menjadi Rp 120 miliar. Hal…
-
Selasa, 16 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
DTPH Rohul Terus Genjot Ketahanan Pangan 2016
PASIR PENGARAYAN -- Langkah strategis Kepala Dinas Tanaman Pengan dan Holtikultura (DTPH), Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Mubrizal SP, MMA dan jajaran genjot program ketahanan pangan tahun 2016, Pemkab Rohul berhasil mendapatkan bantuan dana APBN untuk program Gerakan tanam padi dengan Penerapan Jajar Legowo Non Kawasan (Pajela). …
-
Senin, 15 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
Terminal Bus Menpura Segera Difungsikan
MENPURA -- Terminal bus yang berlokasi di kecamatan Mempura dibangun dengan dana sebesar Rp 3,8 Milyar tahun anggaran 2015 lalu dalam waktu dekat ini segera difungsikan. Kepastian akan segera fungsikan terminal ini disampaikan oleh Bupati Siak Drs…
-
Senin, 15 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
Syamsuar Akui PAD Siak Belum Mengembirakan
SIAK -- Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi mengaku setelah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2016 berkurang dikarenakan terus anjloknya minyak dunia yang berimbas pada pengurangan Dana Bagi Hasil (DBH), dari sektro Pendapatan Asli daerah (PAD), hasilnya juga belum mengembirakan.
-
Senin, 15 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
Di Pakning Gas Elpiji 3 Kg Kembali Langka
SUNGAIPAKNING -- Di Sungai Pakning Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis, keberadaan Gas Elpiji 3 Kg kembali langka. Hal ini membuat warga terutama ibu rumah tangga sulit melakukan aktivitas sehari - hari yakni memasak. Seperti yang disampaikan Rozilah…
-
Minggu, 14 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
Airport Duty Manager SSK II : Penambahan Rute Baru Masih Besar
PEKANBARU -- Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru terus membuka penerbangan dan rute-rute baru dari dan menuju Pekanbaru. Hal tersebut seperti yang disampaikan oleh Airport Duty Manager SSK II, Ibnu Hasan bahwa pihaknya sudah menerima adanya…
-
Minggu, 14 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
Pembolehan Kenderaan Dinas Gunakan Premium, Pelalawan Sesuaikan Jatah BBM
PELALAWAN -- Dinas Perindustrian, perdagangan dan pasar (Disperindagsar) Kabupaten Pelalawan telah menerima surat edaran dari pertamina melalui Provinsi Riau terkait kembali diperbolehkannya kembali kendaraan Dinas menggunakan premium. "Ya, Kita sudah dapat surat edarannya, jadi mobil dinas boleh…
-
Minggu, 14 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
Plt Gubri Launching Samsat Online
PEKANBARU -- Terus menurunnya penerimaan dana perimbangan atau Dana Bagi Hasil (DBH) membuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau harus memutar otak untuk menutupi kekurangan tersebut dengan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Provinsi Riau menjadi…
-
Kamis, 11 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
TNI Polri di Rokan IV Koto Aktif Kawal Ketahanan Pangan
ROKAN IV KOTO -- TNI dan Polri di Kecamatan Rokan IV Koto pro aktif kawal program-program ketahanan pangan, dan itu sebagai wujud kedua intansi tersebut mendukung program pemerintah dalam mensejahterakan rakyat. Itu diakui Danramil Rokan IV Koto,…
-
Kamis, 11 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
DPRD Riau Desak Pemprov Siapkan Draft APBD Perubahan 2016
PEKANBARU -- Menghindari minimnya serapan APBD, DPRD Riau mendesak Pemprov agar segera menyiapkan draft APBD Perubahan tahun 2016 untuk segera disampaikan secepat mungkin. Diberi waktu hingga Mei dan selambat-lambatnya Juni 2016, Pemprov Riau diminta harus sudah menyerahkanuntuk…
-
Kamis, 11 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
Setelah Dana Wajib Dikeluarkan
Sisa Anggaran APBD Murni Pelalawan Tahun 2016 Hanya 438 Milyar
PELALAWAN -- Pemerintah Kabupaten Pelalawan saat ini mengalami kekurangan dana sebesar Rp 262 miliar yang merupakan pemotongan Dana Bagi HAsil (DBH) sebagai dampak turunnya harga minyak dunia dari APBD Pelalawan senilai Rp 2,160 triliun. Namun sebelum dilakukan…
-
Kamis, 11 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
Banjir, Stok dan Harga Sembako Pekanbaru Masih Aman
PEKANBARU -- Kendatipun terjadi bencana banjir dimana-mana. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru memastikan jika harga dan stok bahan makanan pokok (sembako) aman hingga beberapa hari kedepan. Kepala Bidang(Kabid) Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan(Disperindag) Kota Pekanbaru,…
-
Kamis, 11 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
DBH Turun, Pemko Kembali Tinjau Ulang Semua Kegiatan
PEKANBARU -- Imbas dari turunnya Dana Bagi Hasil (DBH) dari pusat dan provinsi, Pemerintah Kota(Pemko) Pekanbaru terpaksa kembali melakukan peninjauan ulang berbagai kegiatan yang sudah terlanjur dialokasikan dalam APBD 2016. Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pekanbaru, M Noer…
-
Rabu, 10 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
Antisipasi Pengurangan DBH, Dewan Minta Pemkab Maksimalkan Pendapatan Non Migas
PELALAWAN -- Guna mengantisipasi pemangkasan APBD Pelalawan sebesar Rp 262 miliar dari APBD yang disahkan sebesar Rp. 2,160 Triliun sehingga menyebabkan pemotongan anggaran rata per SKPD sebesar 39 persen,Dewan meminta kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Pelalawan untuk memaksimalkan pendapatan non migas. …
-
Rabu, 10 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
Stok Terjaga, Pasokan Sembako Untuk Pekanbaru Aman
PEKANBARU -- Sempat khawatir akan terjadinya lonjakan harga sembako, Pemerintah melalui Dians Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru menyatakan bahwa stok bahan makanan pokok dan sembako akan aman hingga beberapa hari kedepan. Banjir yang melanda kawasan aliran…
-
Rabu, 10 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
Pasarkan Produk Makanan dan Minuman Khas Riau
Dinas Koperasi dan UMKM Pekanbaru Sediakan Display Gratif Bagi UMKM
PEKANBARU -- Dinas Koperasi Kota Pekanbaru, menyediakan display gratis bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Pekanbaru yang tergabung dalam anggota asosiasi. Lokasi display tersebut di salah satu pojok ruangan kantor bersama Disperindag, Dispenda dan Koperasi. Tujuannya display…
-
Selasa, 09 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
Berhasil Kelola Peternakan Sapi, Siak Kembali Dapat Bantuan dari Pusat dan Provinsi
SIAK -- Sejak dicanangkan Kabupaten Siak sebagai salah satu Daerah sentral penyuplai daging sapi, populasi sapi di Negeri Istana hingga tahun 2016 sudah mencapai 20300 ekor sapi, melihat perkembangan yang cukup bagus tersebut, Pemerintah Pusat dan Provinsi kembali akan menyalurkan bantuan. "Ya, Alhamdullilah…
-
Selasa, 09 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
Padi Bungaraya Mulai Panen, UPTD: Diperkirakan Produksi Meningkat
SIAK -- 2.200 hektar luas lahan padi yang ditanam oleh masyarakat Kecamatan Bungaraya secara serentak oleh petani pangan setempat beberapa waktu yang lalu, sekarang ini sudah memasuki masa untuk dipanen. "Ya, sesuai waktu tanaman, pangan di kecamatan…
-
Selasa, 09 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
APBD Pelalawan 2016 Dipangkas 262 M
Bupati Harris Instruksikan Evaluasi dan Rasionalisasi
PELALAWAN -- Bupati Pelalawan HM Harris menyatakan keadaan yang harus diterima. APBD Pelalawan tahun 2016 yang telah disahkan Rp 2.160 Triliun rupiah, akhirnya dipangkas lebih kurang Rp 262 Miliar. Dengan pemotongan anggaran, Pemda Pelalawan harus melakukan evaluasi…



