• Zulfan Hafiz

PEKANBARU -- DPC PPP Kota Pekanbaru dan DPD NasDem Pekanbaru, sudah menyatakan koalisi menuju Pilwako Pekanbaru. Koalisi dua partai ini sebatas tingkat kota dan tingkat provinsi. Bahkan kedua pimpinan partai menyatakan, sudah sepakat untuk bergandeng. Hanya saja, belum ditentukan siapa yang duduk di nomor satu (Walikota) dan nomor dua (Wakil Walikota).

Hal ini dikatakan Ketua DPC PPP Kota Pekanbaru Said Usman Abdullah, kepada wartawan Senin 8 Agustus 2016. "Pembicaraan kami sudah 90 persen. Pembicaraan ini klop di tingkat kota dan provinsi. Jadi tinggal menunggu rekomendasi pusat saja," kata Said.

Sementara, Ketua DPD NasDem Pekanbaru Zulfan Hafiz ST menyatakan hal yang sama. "Memang kita sudah adakan pembicaraan. Kita akan komunikasi terus," jelas Zulfan.

Seperti diketahui, koalisi PPP dan NasDem Kota Pekanbaru memang belum memenuhi persyaratan maju Pilwako. PPP sendiri memiliki 4 kursi di DPRD Pekanbaru, sedangkan NasDem mempunyai 3 kursi. Sehingga baru mengumpulkan 7 kursi. Sementara syarat maju harus memiliki 9 kursi.

Artinya, belum cukup untuk syarat maju. Apa langkah selanjutnya, Said Usman menyatakan, komitmen PPP dan NasDem berkoalisi memang memenuhi kursi untuk maju. Karenanya, mereka tetap akan mencari satu partai lagi untuk dipinang.

"Kita sudah lakukan komunikasi dengan beberapa partai, yakni PKB, Hanura, Gerindra dan PDI-P. Tinggal finishing saja," kata Said seraya mengatakan, untuk urusan rekomendasi DPP PPP akan diurusnya, begitu juga dengan rekomendasi DPP NasDem, akan diurus Zulfan Hafiz.

Sejauh ini, DPC PPP Pekanbaru sudah bulat mengusung Said Usman Abdullah maju di Pilwako. Sementara DPD NasDem Pekanbaru sudah resmi mengusung Zulfan Hafiz.

Kapan kepastian pencalonan koalisi ini ditetapkan? Said menegaskan, kepastian mereka mendapat dukungan penuh paling lama akhir Agustus ini.

"PPP dan NasDem punya kedekatan tinggi. Tentunya kami ingin beri warna, apalagi masih muda-muda. Tujuan kami, ingin memberikan perubahan untuk pembangunan Kota Pekanbaru ini. Kami juga ingin pecahkan mitos, bahwa yang tua belum tentu bisa mewujudkan harapan masyarakat Pekanbaru. Makanya, kami orang yang inovatif, energik siap menjalankan pemerintahan ke depan, sesuai harapan masyarakat," pungkasnya.**(dwi)