PEKANBARU -- Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman mengajak seluruh lapisan masyarakat Riau untuk bisa secara bersam-sama ikut mensukseskan berbagai program pembangunan yang dilaksanakan, momentum HAri Jadi ke 59 Provinsi Riau tahun ini diharapkan bisa menjadi penyemangat.
"Kita bersyukur karena Riau banyak kemajuannya dibidang ekonomi, pendidikan, infrastruktur dan juga politik. Tentu kita akan tetap menjalankan ini agar misi Riau tahun 2020 terealisasi sebagaimana seperti yang telah disusun," ungkap Andi Rachman, di Pekanbaru.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun Riau melalui bidang profesinya masing-masing. Dijelaskannya, bagi kalangan pengusaha diminta untuk meningkatkan investasi dan menciptakan lapangan pekerjaan.
Sementara, dalam bidang pendidikan diharapkan dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang baik dan menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni untuk bersaing diera Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).
"Dan untuk ASN (Aparatur Sipil Negara) tolong tingkatkan kinerja dan profesionalistasnya sesuai tupoksi. Berikan hasil yang terbaik kepada masyarakat," tuturnya.
Tidak lupa, ia berpesan agar seluruh masyarakat di Riau untuk saling menjaga kerukunan antar umat beragama."Mari kita tingkatkan keimanan dan ketaqwaan, agar Provinsi Riau diusianya yang ke-59 ini senantiasa dalam lindungan Allah SWT," tutupnya.
Khusus kepada Stuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Gubernur Andi Rachman meminta agar segera menitegrasikan websitenya. Hal ini sejalan dengan tagline HUT Riau tahun ini, yakni Riau Go IT.
"Sudah banyak yang punya aplikasi. Memang baru sebagian yang mengintegrasikan. Kita canangkan besok agar semua aplikasi yang ada di SKPD bisa terintegrasi dengan Diskominfo," terang Gubernur Riau.
Dengan terintegrasinya seluruh aplikasi dan website yang ada, Andi berharap itu dapat memudahkan dalam penyebaran informasi dan komunikasi mulai dari kalangan masyarakat hingga ke pusat.
"Hari Jadi Riau kali ini kita angkat konsep Riau Go IT. Artinya kita ingin teknologi yang ada di Riau betul-betul diseriusi. Sehingga bisa dimanfaatkan oleh Pemda (Pemerintah Daerah) dan masyarakat," tuturnya.
Dengan begitu,pelayanan publik dapat ditingkatkan. Sehingga masyarakat bisa mencari informasi langsung dengan dinas-dinas maupun badan yang diperlukannya.
"Melalui internet, masyarakat bisa mendapat informasi apa-apa saja yang diperlukan dalam perizinan supaya nggak bolak balik. Mudah-mudahan setelah berkembang nanti, bisa diakses dari jauh tanpa perlu kesini," pungkasnya.
Sementara, ada yang beda dalam peringatan Hari Jadi Provinsi Riau ke 59 tahun 2016 bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini Pemerintah Provinsi Riau memberikan penghargaan pada para pendiri dan pejuang Provinsi Riau yang telah berjasa sehingga Riau ada seperti sekarang ini.
Pemberian penghargaan berupa Piagam dan Medali Kehormatan kepada 20 orang pejuang yang dirangkai dalam acara Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi Provinsi Riau ke 59 di Gedung DPRD Riau.
Penyerahan langsung diberikan oleh Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rahman dan didampingi oleh Pimpinan DPRD Riau, Noviwaldy Jusman, Manahara Manurung dan Sunaryo kepada ahli waris masing-masing penerina.Pemberian dalam bentuk penghargaan dan penghormatan pada 20 tokoh tersebut tertuang dalam SK Gubernur Riau No 673/VII/2016 tanggal 21 Juli 2016.
20 orang penerima adalah Abbas Jamil (Purn) dari Kabupaten Siak, peghargaan berupa gelar pahlawan kemerdekaan, Abdul Latif Dt Bandaro Sati dari Kabupaten Kampar, penghargaan berupa gelar pahlawan kemerdekaan.
Kemudian Arifin Ahmad, (Purn) dari Bengklis, penghargaan berupa gelar pahlawan kemerdekaan, H. Masnoer Kolnl (Pur) dari Bengkalis, penghargaan berupa gelar pahlawan kemerdekan. H. Raja Roesli BA dari Kuansing, penghargaan berupa gelar pahwan kemerdekaan.
Hasan Basri Lilit letkol (Purn) dari Riau, penghargaan berupa gelar pahlawan kemerdekaan. Khadijah Ali dari Riau, penghargaan berupa gelar pahlawan kemerdekaan. M Boya Letda dari Rohil, penghargaan berupa gelar pahlawan kemerdekaan.
OK M Djamil dari Bengkalis, penghargaan berupa gelar pahlawan kemerdekaan. R. Soebrantas Siswanto Brigjen (Purn) dari Bengkalis, penghsargaan berupa gelar pahlawan kemerdekaan. Sultan Muhammat Zainal Abidin dari Rohul, penghargaan berupa gelar pahlawan kemerdekaan.
Tengku Agung Syarifah Latifah dari Siak, pahlawan kemerdekaan. Thoha Hanafi Mayor (Purn) dari Inhu, pahlawan kemerdekaan. Tulus dari rrngat, pahlawan kemerdekaan, Buya Makrifat Mardjani dari Kuansing, pahlawan kemerdekaan.
Tuan Guru Syekh Abdurrahman Syiddiq dari Inhil, penghargaan pejuang Agama Islam. Dt Muhammad Djohan dari Meranti, pahlawan Bidang Politik/Pemerintahan. Dt Wan abdurrahman dari Pekanbaru , pahlawan Bidang Politik/Pemerintahan. H. Daeng Muhayan Nur dari Meranti, pahlawan berupa politik/pemerintahan dan H. Tenas Effendi Dr (Hc), pahlawan Budaya.**(adv/humas)





