PEKANBARU -- Seperti biasa, menjelang hari besar keagamaan. Seperti hari raya Idhul Adha, harga cabai di Pekanbaru meroket naik. Bahkan sepekan terakhir ini harganya sudah mencapi Rp50 ribu per kilogram.

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pekanbaru, Masirba H Sulaiman mengatakan bahwa kenaikan harga cabe merah ini diduga karena adanya spekulen yang bermain.

"Jika terbukti ada spekulen yang bermain. Maka kami tidak segan-segan untuk membuka kran impor cabe merah. Pasalnya kenaikan ini kerap terjadi pada saat memasuki hari raya Idhul Adha atau hari keagamaan lainnya,"jelasnya, Rabu 31 Agustus 2016, diruang kerjanya..

Irba menambahkan, untuk harga cabe merah asal Bukit Tinggi sendiri suda mencapai Rp50 ribu per kilogram, sedangkan untuk cabe Medan hanya Rp46 ribu per kilogram.

"Jika harga masih tetap tinggi, maka kami akan membuka kran impor. Namun, sebelum ini dilakukan, Disperindag Kota Pekanbaru akan berkoordinasi dengan pihak Provinsi dan pusat terkait impor cabe," katanya. 

Menurut Irba, dengan adanya intervensi pasar oleh Pemerintah, maka harga bisa diredam. Untuk itu, pihaknya sudah berumbuk dengan Disperindag Riau agar bisa dibuka kran impor.

"Ini berlaku supply-demand, kalau ini tidak diantisipasi. Maka kejadian seperti tahun lalu akan terulang kembali. Dimana harga cabe meroket hingga mencapai Rp100 ribu perkilogram,” katanya.