SIAK -- Berdasarkan data tahun 2015, penduduk miskin di Kabupaten Siak mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Sementara disaat ekonomi sekarang ini lagi inflasi, Pemerintah Daerah juga harus memperhatikan skala prioritas kondisi ekonomi masyarakat.
"Kalau kita mengacu kepada data PUPS sebelumnya penduduk Kabupaten Siak yang masuk didalam ketagori miskin hanya berjumlah sebanyak 17.300 rumah tangga sasaran (RTS). Tapi setelah keluar data PUPS Tahun 2015, jumlah penduduk miskin meningkat tajam mencapai angka 20 ribu lebih RTS," ujar Kadis Perindag UKM setempat Drs H Wan Bukhari MSi kepada Gaungriau.com, Senin 5 September 2016.
Sedangkan program sembako murah berupa 10 kilogram beras, 4 kilo gula dan 2 liter minyak goreng yang setiap Tahun dialokasikan oleh Pemerintah Kabupaten Siak untuk meringankan beban masyarakat yang masuk didalam ketagori masyarakat miskin yang berhak mendapatkan paket sembako murah tersebut.
Apalagi disaat ini kondisi ekonomi seperti sekarang lagi sedang berada didalam situasi inflasi, sementara program untuk membantu meringankan beban ekonomi masyarakat melalui paket sembako murah sudah merupakan program Tahunan.
Seharusnya program paket sembako murah kalau mengacu kepada Tahun 2015 sudah disalurkan. Tapi Pemerintah Daerah juga harus melihat dulu perkembangan dan perjalanan keuangan daerah yang kini dalam keadaan sulit.
"Oleh sebab itu, untuk memastikan penyaluran program paket sembako murah ini, kita masih menunggu hasil dari perubahan anggaran 2016 nanti, setelah itu baru kita laksanakan. Yang jelas tetap menunggu duitnya ada atau tidak," sebut Wan Bukhari.**(jas)



