DUMAI -- Kota Dumai dikenal dengan kota industri dan pelabuhan. Namun sayangnya dua sebutan itu tidak memberikan kontribusi bagi pendapatan asli daerah (PAD) untuk Kota Dumai. Pajak dua sektor besar, industri dan pelabuhan itu semuanya habis disisir pemerintah pusat. Sementara, Kota Dumai sebagai tempat pengolahan minyak CPO dan pintu masuk kawasan pelabuhan hanya dapat bagian tenaga kerja. Itu pun tidak semuanya, hanya sebagian masyarakat Dumai yang bisa merasakannya.
Wali Kota Dumai Zulkifli AS menyebutkan, Dumai ibarat lilin yang hanya menerangi yang lain, namun membakar diri sendiri. "Orang luar melihat Dumai ini kota yang kaya, namun kenyataannya, APBD paling kecil dibandingkan dengan Kabupaten/Kota lain yang ada di Provinsi Riau,"ungkapnya.
Zul AS mengatakan, banyak potensi Dumai seperti ekspor-impor CPO yang terbesar di Indonesia. Dumai hanya mendapatkan dampak lingkungan saja. "Padahal Dumai juga bagian NKRI, majunya Dumai bukan hanya untuk Dumai, namun juga Indonesia,"terangnya.
Menurut Zul As, jika Dumai dapat bagian saja dari ekspor-impor CPO pasti Kota Dumai akan lebih baik dan pembangunan akan jauh lebih berkembang. "Tapi inilah aturan yang dibuat. Kami pemerintah daerah tentunya akan terus menyuarakan hal ini dan menyampaikan kepada pemerintah pusat agar ada perhatian untuk Kota Dumai,"tambahnya.
Dikatakannya, membangun Kota Dumai ini tidak bisa hanya pemerintah daerah saja, melainkan seluruh lapisan yang ada di Kota Dumai harus bersama-sama. "Kami pemerintah daerah perlu ada dukungan dari masyarakat, menuju Dumai makmur dan madani,"pinta Zul As.**(yus)



