Syamsuar: Pariwisata Industri Masa Depan
Rabu, 14 September 2016 - 00:00:00 WIB
SIAK -- Bupati Syamsuar menyadari, masa depan dunia industri ada di pariwisata. Karena itu, Pemkab gencar-gencarnya melakukan pengembangan sektor pariwisata. Sektor Migas sudah tidak bisa diandalkan lagi.
"Kita tak bisa menghandalkan migas, karena kondisinya sudah tak menjanjikan lagi," kata Syamsuar, Selasa 13 September 2016.
Ia menyinggung karya seorang penulis besar Futurolog Alvin Toffler yang ngeboom dengan buku Future Shock. Penulis ini meluncurkan karya-karyanya yang mengupas mengenai revolusi digital, revolusi komunikasi, dan singularitas teknologi, tidak banyak pertentangan.
Kata dia, dari kutipan buku tersebut, gelombang peradaban manusia dibagi tiga. Gelombang I, Era Agruculture antara 800 SM sampai 1.500 M, era pertanian, perkebunan dan teknologi pertanian. Gelombang II, Era Manufacture (1.500–1970), masyarakat industri, lahirnya pabrik-pabrik, lahirnya imperialism dan kolonialisme. Gelombang III, Era Teknologi Informasi (1970-2000), yang saat ini sudah berada di sini.
Di abad ke-21 ini, era industri kreatif. Pariwisata berada disana, masuk dalam kategori industri kreatif. Kedepan, industri pariwisata yang didukung oleh industri kreatif yang sudah memiliki commercial value, akan menjadi primadona.
Lalu, dalam konteks ini, pemerintah telah melakukan berbagai upaya dalam memajukan sektor pariwisata. Tak hanya memanfaatkan obyek yang ada, melainkan juga penambahan, serta menggiatkan iven-iven untuk menarik wisatawan. "Pariwisata telah dimasukkan sebagai core bisnisnya negara," ujar dia.
Ia menambahkan, data perolehan devisa Indonesia menurut lapangan usaha, jenis komoditas Minyak dan Gas Bumi cenderung turun drastic. Tahun 2013 menghasilkan USD 32,6 M. Tahun 2014 turun menjadi USD 30,3 M. Dan tahun 2015 turun lagi drastic, USD 18,9 M. Pertama, harga minyak dunia juga terjun bebas, dari USD 100 per barel, menjadi USD 60, turun lagi USD 50, dan terakhir USD 36.
Begitu pun komoditas Batu Bara, atau Coal. Tahun 2013 masih di angka USD 24,5 M, tahun 2014 turun menjadi USD 20,8 M. Tahun 2015, makin drastic, tinggal USD 16,3M saja. Begitu pun Minyak Kelapa Sawit, dari USD 15,8 M di tahu 2013, sempat naik di USD 17M, lalu turun lagi di 2015 pada posisi angka USD 15M.
Hanya pariwisata yang naik, dari USD 10M di 2013, lalu naik USD 11M di 2014, dan naik lagi USD 12,6M di 2015. Dan cenderung naik, karena industri pariwisata itu sustainable. Masih ada komoditas Top 10 lain, yang semuanya turun. Sebut saja, karet olahan, pakaian jadi, alat listrik, makanan olahan, tekstil, kertas dan barang dari kertas, kayu olahan dan bahan kimia.
Dalam hal ini, pariwisata yang paling memberi harapan untuk masa depan negeri ini. Karena itu tidak salah, jika menempatkan pariwisata sebagai core business.
Bagaimana Pendapat Anda?
Bagikan Ke Yang Lainnya
Berita Lainnya
-
Minggu, 21 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
Sertijab Dilaksanakan Selasa
Besok, Bupati Amril Mukminin Ikuti Rakornas di Jakarta
BENGKALIS -- Bupati Bengkalis Amril Mukminin, Senin 22 Februari 2016 pagi besok, dijadwalkan mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas), Pembangunan dan Pemberdayaan Desa serta Evaluasi Dana Desa 2015 dan juga Persiapan Penyaluran Dana Desa 2016. Kepala Bagian Humas…
-
Minggu, 21 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
Bupati Harris Dijadwalkan Hadiri Rakornas Pembangunan dan Pemberdayaan Desa
PELALAWAN -- Bupati Pelalawan HM Harris dijadwalkan akan menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Pembangunan dan pemberdayaan Desa 2015 serta persiapan penyaluran dan penggunaan dana Desa tahun 2016 yang degelar selama 3 Hari dari tanggal 22 hingga 24 Februari mendatang di hotel Bidakara Jakarta Selatan. …
-
Sabtu, 20 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
Petani Sawit di Dayun Berharap Harga TBS Bisa Naik
DAYUN -- Kondisi ekonomi yang terjadi saat ini cukup membebani masyarakat, pasalnya pasca harga BBM turun seperti nya tidak berpihak kepada masyarakat sebab harga kebutuhan pokok tidak ikut turun, "Kalau melihat sektor ekonomi saat ini bagi masyarakat…
-
Kamis, 18 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
Wan: Kita Terus Lakukan Evaluasi Koperasi
SIAK - Untuk memastikan berapa jumlah sebenarnya koperasi yang aktif yang terdapat di wilayah Kabupaten Siak. Maka akan dilakukan evaluasi terhadap koperasi yang ada di daerah ini. "Jumlah koperasi yang beroperasi di Kabupaten Siak ada sebanyak 180…
-
Kamis, 18 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
Daya Tampung Kurang, Dispas Belum Pindahkan PKL ke Eks Gedung SD 019
PEKANBARU -- Pemindahan pedagang kaki lima Pasar Kodim dan sekitarnya ke dalam pasar bekas gedung SD 019 hingga saat ini masih belum dapat dilaksanakan. Kepala Dinas Pasar (Dispas) Kota Pekanbaru, Mahyudin, menjelaskan bahwa pasar bekas SD 019…
-
Kamis, 18 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
Harga Beras Meroket, Disperindag dan Bulog Gelar Operasi Pasar Beras Murah
PEKANBARU - Menyusul semakin meroketnya harga beras pada sejumlah pasar tradisional yang ada di Kota Pekanbaru. Dalam waktu dekat, Dinas Perindustrian dan Perdagangan(Disperindag) Kota Pekanbaru bakal menggelar Operasi Pasar (OP) beras murah. Kepala Disprindag Kota Pekanbaru, Azwan,…
-
Rabu, 17 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
Toko Widi: Alhamdulillah Kami Pedagang Ikut Kecepritan Rezeki
SIAK -- Pemberlakukan seragam atasan putih dan bawah hitam oleh Menteri Dalam Megeri (Mendagri) papa setiap Rabu, menjadi keuntungan tersendiri bagi para pedagang pakaian di Kabupaten Siak. "Alhamdulillah dengan kebijakan pemerintah menerapkan harus perpakaian baju putih dibawah…
-
Rabu, 17 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
Siak Terima DAK 300 Milyar Rupiah
SIAK -- Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi mengaku bersyukur Kabupaten Siak terima Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 300 Miliar tahun ini, ini setidaknya bisa mengimbangi dari dilakukannya rasionalisasi anggaran dalam APBD 2016. "Ditengah sejumlah kegiatan…
-
Rabu, 17 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
Dishubkominfo Rohul Target PAD 725 Juta Rupiah
PASIR PENGARAYAN -- Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) menargetkan PAD sektor retribusi pengujian kendaraan atau KIR tahun ini sekitar Rp 725 juta. Target yang direncanakan tersebut, mengalami peningkatan dari target tahun 2015…
-
Selasa, 16 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
Gaji Besar Pakai Dollar
Tenaga Kerja Asing di Pelalawan tak Berkontribusi Bagi Daerah
PELALAWAN -- Kabupaten Pelalawan ibarat ladang surga bagi pencari kerja, Tak ketinggalan juga para perkerja asing. Ratusan ekpspatriat ini berkerja disejumlah perusahaan. Tapi sayang, keberadaan tenaga kerja asing (TKA) dengan gaji besar ini tak berkontribusi bagi daerah. …
-
Selasa, 16 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
Sebulan Lagi, Minyak Goreng Curah Dilarang Beredar di Pekanbaru
PEKANBARU -- Jika tidak ada aral melintang, Tanggal 27 Maret mendatang peredaran minyak goreng curah akan dilarang di Kota Pekanbaru. Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru, Mas Irba H Sulaiman mengatakan bahwa saat…
-
Selasa, 16 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
120 Milyar Rupiah Untuk Pembangunan Kecamatan Batang Tuaka
BATANG TUAKA -- Masyarakat Kecamatan Batang Tuaka mendapat angin segar pada tahun 2016 ini. Pasalnya, anggaran pembangunan yang pada tahun sebelumnya hanya Rp 40 miliar, pada tahun 3016 ini naik 300 persen menjadi Rp 120 miliar. Hal…
-
Selasa, 16 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
DTPH Rohul Terus Genjot Ketahanan Pangan 2016
PASIR PENGARAYAN -- Langkah strategis Kepala Dinas Tanaman Pengan dan Holtikultura (DTPH), Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Mubrizal SP, MMA dan jajaran genjot program ketahanan pangan tahun 2016, Pemkab Rohul berhasil mendapatkan bantuan dana APBN untuk program Gerakan tanam padi dengan Penerapan Jajar Legowo Non Kawasan (Pajela). …
-
Senin, 15 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
Terminal Bus Menpura Segera Difungsikan
MENPURA -- Terminal bus yang berlokasi di kecamatan Mempura dibangun dengan dana sebesar Rp 3,8 Milyar tahun anggaran 2015 lalu dalam waktu dekat ini segera difungsikan. Kepastian akan segera fungsikan terminal ini disampaikan oleh Bupati Siak Drs…
-
Senin, 15 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
Syamsuar Akui PAD Siak Belum Mengembirakan
SIAK -- Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi mengaku setelah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2016 berkurang dikarenakan terus anjloknya minyak dunia yang berimbas pada pengurangan Dana Bagi Hasil (DBH), dari sektro Pendapatan Asli daerah (PAD), hasilnya juga belum mengembirakan.
-
Senin, 15 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
Di Pakning Gas Elpiji 3 Kg Kembali Langka
SUNGAIPAKNING -- Di Sungai Pakning Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis, keberadaan Gas Elpiji 3 Kg kembali langka. Hal ini membuat warga terutama ibu rumah tangga sulit melakukan aktivitas sehari - hari yakni memasak. Seperti yang disampaikan Rozilah…
-
Minggu, 14 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
Airport Duty Manager SSK II : Penambahan Rute Baru Masih Besar
PEKANBARU -- Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru terus membuka penerbangan dan rute-rute baru dari dan menuju Pekanbaru. Hal tersebut seperti yang disampaikan oleh Airport Duty Manager SSK II, Ibnu Hasan bahwa pihaknya sudah menerima adanya…
-
Minggu, 14 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
Pembolehan Kenderaan Dinas Gunakan Premium, Pelalawan Sesuaikan Jatah BBM
PELALAWAN -- Dinas Perindustrian, perdagangan dan pasar (Disperindagsar) Kabupaten Pelalawan telah menerima surat edaran dari pertamina melalui Provinsi Riau terkait kembali diperbolehkannya kembali kendaraan Dinas menggunakan premium. "Ya, Kita sudah dapat surat edarannya, jadi mobil dinas boleh…
-
Minggu, 14 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
Plt Gubri Launching Samsat Online
PEKANBARU -- Terus menurunnya penerimaan dana perimbangan atau Dana Bagi Hasil (DBH) membuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau harus memutar otak untuk menutupi kekurangan tersebut dengan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Provinsi Riau menjadi…
-
Kamis, 11 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
TNI Polri di Rokan IV Koto Aktif Kawal Ketahanan Pangan
ROKAN IV KOTO -- TNI dan Polri di Kecamatan Rokan IV Koto pro aktif kawal program-program ketahanan pangan, dan itu sebagai wujud kedua intansi tersebut mendukung program pemerintah dalam mensejahterakan rakyat. Itu diakui Danramil Rokan IV Koto,…



