RENGAT -- Pasar Soegih Belilas kecamatan Siberida kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) merupakan salah satu pasar yang cukup ramai di Inhu, sehingga Pemerintah Daerah (Pemda) Inhu mengalokasikan 2 (dua) unit Moil untuk angkutan sampah dipasar belilas.
Namun sayangnya pihak pengelola pasar sering seringkali menyewakan mobil angkutan sampah tersebut kepada pihak lain, sehingga mengakibatkan sampah menumpuk dan tidak diangkut sesuai dengan yang diharapkan.
Berdasarkan informasi yang diperoleh mobil dump truck untuk angkutan sampah pasar soegih belilas tersebut digunakan untuk mengangkat Tandan Buah Sawit (TBS) milik salah satu Koperasi dibelias.
Menurut salah seorang pedagang yang ada dipasar Soegih Belilas yang enggan namanya dipublikasikan Kamis 29 September 2016, menyatakan sebenarnya keberadaan tempat pengumpulan sampah tersebut tidak layak, karena berada di depan pasar.
"Sampah-sampah tersebut terkadang 2 (dua) hari sekali baru diangkut, sehingga keberadaannya menimbulkan bau yang tidak sedap, disisi lain dibagian depan tersebut tempatnya bagi para pedagang makanan," singkatnya.
Sementara itu Mahpud selaku pihak pengelola pasar Soegih Belilas belum dapat dijumpai untuk dimintai keterangan terkait hal ini, ketika didatangi dikediamannya di Blok A Belilas yang bersangkutan tidak ada dirumah.**(man)





