SALO -- Warga desa Sipungguk kecamatan Salo meminta pemerintah provinsi Riau, khususnya Dinas Bina Marga dan Pengairan Provinsi Riau untuk menyelesaikan pembangunan jembatan Gantung di desa Sipungguk. Sebab warga menduga pembangunannya terhenti, atau tidak lagi dianggarkan dana pembangunannya karena sampai saat ini belum juga ada tanda-tanda pengerjaan lanjutannya.
            
“Kami sangat membutuhkan jembatan tersebut, karena dapat mempermudah hubungan penyeberangan antara dua desa yang berseberangan yakni desa Sipingguk dengan desa Salo Timur. Kedua desa tersebut dipisahkan oleh sungai Kampar, padahal kedua desa tersebut sama-sama kecamatan Salo. Saat ini pengerjaannnya tinggal menghubungkan besi antara Sipungguk dengan Salo Timur. Sebab tonggak jembatan dari ujung ke ujung sudah dibangun,” ujar ninik mamak pemuka adat persukuan Pitopang Malin Bungsu datuk Paduko Bosau, Kamis 29 September 2016.

Menurut Malin Bungsu, warga sudah berharap jembatan itu bisa selesai akhir tahun 2016 ini. Sebab pengerjaannya tinggal sekitar 30 persen. “Jika besi penghubung jembatan sudah dibangun bersama lantainya, maka jembatan itu bisa segera dipergunakan.  Tapi ini sudah akhir bulan September, sebentar lagi Oktober, namun belum ada tanda-tanda kelanjutan pembangunnya. Apakah jembatan itu tidak diselesaikan dalam tahun 2016 ini?” ujar Malin Bungsu nada bertanya.
            
Pembangunan jembatan gantung desa Sipungguk, selama ini dianggarkan secara bertahap. Pembangunannya dimulai sejak 3 tahun belakangan. Namun pada tahap tahun keempat ini, warga bertanya-tanya, karena belum ada tanda-tanda kelanjutan pembangunnya. 

Kepala desa Sipungguk Abu Bakar SE mengharapkan agar pemerintah provinsi Riau dapat segera melanjutkan pembangunannya, karena sudah lama ditunggu-tunggu warga. “Jembatan ini memang sudah lama dibutuhkan warga, kita minta Pemprov Riau melalui Dinas Bina Marga dan Pengairan supaya dapat menyelesaikan pembangunnya,” ujarnya.**(man)