BAGANSIAPIAPI -- Bupati Rokan Hilir H Suyatno memaparkan sejarah berdirinya Kabupaten Rokan Hilir dan tokoh pendiri Rokan Hilir pada sidang istimewa DPRD peringatan HUT Rohil ke-17 Rabu 4 Oktober 2016.
Pemaparan Sejarah itu dilakukan H Suyatno dihadapan anggota DPRD Rohil serta tokoh masyarakat Riau diantaranya, tokoh masyarakat Rohil dari berbagai Kabupaten Kota se-Riau serta para jajarannya. Hal senada juga di paparkan bupati saat menyampaikan sambutan pada upacara HUT Rohil ke-17 di halaman kantor bupati lama.
Dikatakan Bupati bahwa tokoh pendiri Rokan Hilir diantaranya Alm Husin Rambah, Alm M Yusuf Nur, Alm Amran Rambah, H Yahya Tatoe, H Marzuki AR serta H Ramli Harofie.
Dalam sejarahnya, tokoh pendiri kabupaten Rokan Hilir dalam perjuangan yang dilakukan mulai tahun 1965 atau setelah duduknya Husin Rambah (alm) sebagai anggota DPRD Gotong Royong Daerah Swantantra tingkat II kabupaten Bengkalis hasil pemilihan umum tahun 1955.
Dikatakan Bupati, Husin Rambah yang kala itu menjabat sebagai Penghulu Bagan Punak bekerja sama dengan para penghulu se kewedanaan Bagansiapiapi yang meliputi kecamatan Kubu, Bangko dan Tanah Putih memulai perjuangan pembentukan kabupaten dengan menyusun kertas kerja.
Dalam pengumpulan data untuk menyusun kertas kerja tersebut, Husin Rambah berangkat menelusuri sungai Rokan menuju daerah Pujud dengan mempergunakan alat transportasi perahu dayung bersama imam Doam sebagai Pendayung. Mereka kemudian singgah di kampung-kampung sepanjang sungai Rokan diantaranya Labuhan Tangga, Bantaian, Bangko Kanan dan Bangko Kiri, Tanah Putih, Sedinginan, Rantau Kopar sampai ke Pujud dan kembali lagi ke Bagansiapiapi dan seterusnya melanjutkan perjalanan ke Sinaboi.
Mereka singgah di Raja Bejamu dan Sungai Bakau serta melanjutkan perjalanan ke kecamatan Kubu menuju Panipahan singgah ke Pulau Halang. Setelah melakukan perjalanan panjang tersebut yang memakan waktu hampir 2,5 bulan, maka di susunlah kertas kerja yag berisikan.
Satu menuntut agar kewedanaan Bagansiapiapi di jadikan 6 kecamatan, yaitu kecamatan Kubu di pecah dua menjadi kecamatan Kubu dan Panipahan. Dengan hasil argumentasi Panipahan kaya dengan hasil lautnya dan tempat persinggahan kapal motor dari Tanjung Balai Asahan menuju Bagansiapiapi dan sebaliknya.
Kecamatan Tanah Putih di pecah menjadi dua menjadi kecamatan Tanah Putih dan Pujud dengan argumentasi kalau Pujud adalah sebagai penghasil karet terbesar di kewedanaan Bagansiapiapi dan tempat persinggahan pedagang dari Pasir Pengaraian ke Bagansiapiapi.
Serta kecamatan Bangko di pecah menjadi dua menjadi kecamatan Bangko dan Sinaboi dengan argumentasi kalau Sinaboi adalah tempat persinggahan dari Bagansiapiapi menuju Dumai, Batu Panjang Rupat, Bengkalis, Siak sampai Pekanbaru dengan kapal Motor dan Sinaboi juga merupakan daerah penghasil ikan.





