• Dudi Sumbari

RENGAT -- Menjelang tahun baru Masehi 2017 Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disperindagpas) kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) melakukan pemantauan harga pasar.

Dari pantauan tersebut harga Sembilan Bahan Pokok (Sembako) di kota Rengat relatif normal , namun ada juga harga bahan pokok yang sudah meningkat karena disebabkan faktor ketersediaan barang lebih sedikit  dari jumlah kebutuhan hari biasa.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disperindag) Inhu Hasman Dayat Melalui Kepala Seksi (Kasi) Produksi dan Distribusi Disperindagpas Inhu  Dudi Sumbari Senin 7 Nopember 2016 mengatakan bahwa berdasarkan pantauan yang dilakukan di Pasar Rakyat Rengat masih menunjukkan normal.

"Masih normal belum ada peningkatan harga yang signifikan, terutama terhadap harga sembako," katanya.

Dikatakannya, untuk harga cabe merah pasokan sedikit karena beberapa daerah tidak panen, kecuali yang berasal dari Sumatera Barat (Sumbar), untuk  cabe merah keriting dijual Rp.95 ribu/ kg (naik 15) / kg), Cabe rawit hijau naik Rp. 5 ribu/kg, dari harga Rp 40 ribu menjadi Rp. 45 ribu/kg.

"Harga Bawang Merah juga mengalami kenaika sebesar Rp. 6 ribu/kg, dari harga Rp. 32 ribu menjadi Rp. 38 rb/ kg, sedangkan harga bawang putih turun dari Rp. 40 ribu/kg menjadi Rp.35 rb/ kg", terangnya.

Sementara harga kebutuhan lain tetap, seperti kelapa bulat Rp 6 ribu, kacang tanah tetap Rp. 25 ribu/kg, Beras   solok Rp 13 rb / kg, Gula Pasir  Rp. 14 rb/ kg, Tepung terigu Rp7 ribu/kg, Minyak Goreng Bimoli : Rp 14 ribu/liter, Daging Sapi Rp. 120 ribu/kg.

"Harga daging ayam ras mengalami penurunan dari Rp. 28 ribu menjadi Rp 24 rb/kg, harga ayam kampung : tetap Rp 50 rb/ kg, telur ayam ras turun dari Rp. 40 ribu menjadi Rp. 38 ribu/piring", paparnya.

‪Dijelaskannya, menghadapai tahun baru masehi disperindagpas dalam  teknis pengawasan harga dan jalur pendistribusian tetap kita pantau, terutama untuk menghindari penimbunan barang.**(man)