TEMBILAHAN -- Sekretaris Tim Percepatan Pelaksanaan Sistem Resi Gudang (SRG), Anwar menyebutkan jika SRG Kopra di Inhil akan terlaksana pada tahun 2017 mendatang.

Hal itu disampaikannya saat dikonfirmasi awak media, Selasa 23 Nopember 2016 lalu. Dikatakannya, saat ini progres SRG di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Provinsi Riau saat ini mencapai 90 persen.

Dibentuknya SRG ini bertujuan untuk memperbaiki nasib para petani kelapa yang ada di Inhil. Selama ini Pemda menilai hasil kelapa yang diperoleh petani tidak seimbang dengan kebutuhan kehidupan sehari-hari. 

"Artinya, pihak Swasta di bidang kelapa hanya meraup keuntungan. Dan saya melihat selama ini petani banyak yang dirugikan," kata diruang kerja.

Menurut Anwar, inti dari Pembentukan SRG ini untuk kepentingan masyarakat luas. Jika SRG ini sudah dibentuk sedemikian rupa, maka ditargetkan mampu mengenjot perekonomian para petani di Negeri Seribu Parit. 

"Harga kelapa di Inhil saat ini hanya Rp 2000 sampai Rp 2700 oleh pihak swasta, dan itupun tergantung besaran kelapanya. Saya yakin kalau lah seandainya SRG telah jalan, maka Inhil akan menjadi seperti Singapura," terangnya. 

Ditambahnya, mengapa bisa seperti Negara Singapura, sebab jika SRG sudah jalan di Inhil tentu pengusaha-pengusaha yang ada di dunia bakalan melirik ke gudangnya yang ada di Inhil karena lebih murah. Dan mungkin bisa jadi kedepan barang komoditi yang lain ikut menyusul sebagai tempat persinggahan.