PEKANBARU -- Keberadaan Yayasan Peduli Pesantren (YPP) yang didirikan oleh pengusaha Hary Tanoesoedibjo menjadi pembicaraan para Ulama. Terutama para Pengasuh dan Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes). Hal ini tentu tidak lepas dari keberadaan sosok Hary Tanoesoedibjo.
Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Provinsi Riau yang mewakili 200 Pondok Pesantren di Riau, setelah menelaah dan mengkaji dengan seksama atas berdirinya Yayasan tersebut menolak tegas kehadiran YPP yang dipimpin Hary Tanoesoedibjo dan tidak akan bekerjasama dalam bentuk apapun dengan yayasan ini.
Ketua Umum FKPP Riau Prof. DR. KH. Akhmad Mujahiddin, MA menjelasakan, Pondok Pesantren adalah lembaga pendidikan Islam yang bertujuan menanamkan dan memurnikan akidah Islamiyah, melaksanakan ibadah syar'iyah dan menyempurnakan akhlak alkarimah.
Kemudian Dikatakannya Lembaga Pondok Pesantren berdiri oleh dan untuk umat Islam dan Bangsa serta dan yang terpenting Pondok Pesantren wajib dibangun dan dibiayai dari sumber yang halalan thoyyiban.
Selain itu FKPP Provinsi Riau menyatakan sikap tidak simpatiknya PT Nippon Indosari Korperindo Tbk, selaku perusahaan yang memproduksi 'Sari Roti' terhadap aksi bela Islam dan dalam rangka menjaga NKRI dari gerakan komunisme yang merusak keutuhan NKRI, dengan berdasarkan Firman Allah SWT dalam Alqur'an Surat Albaqorah Ayat 42, Almaidah Ayat 100 dan Attaubah Ayat 28.
Untuk itu dengan mengharap rahmat dan ridho Allah SWT Maka Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Provinsi Riau menyatakan sikap sebagai berikut :
1. Merasa prihatin dan sangat tersinggung dengan berdirinya YPP (Yayasan Peduli Pesantren) atas inisiatif dan dipimpin oleh Hary Tanoesoedibjo seorang Non Muslim.





