PEKANBARU -- Keberadaan Gelandangan dan Pengemis (Gepeng) serta anak Punk di persimpamgan lampu merah kerap dikeluhkan sebagian warga Pekanbaru. Pasalnya aktivitas mereka yang meminta belas kasih kepada setiap pengendara roda dua maupun roda empat yang berhenti dinilai mengganggu arus lalu lintas dan kenyamanan pengendara.
Dari seluruh lampu merah yang ada  ada di Pekanbaru, Gepeng dan anak punk yang paling ramai ada di lampu merah simpang Soekarno Hatta-Tuanku Tambusai, lalu disimpang Soekarno Hatta-HR Soebrantas-Adi Sucipto, kemudian lampu merah HR Soberantas - SM Amin (Tabek Gadang) dan simpang Sudirman - Tuanku Tambusai serta lampu merah lainnya.
Arif (28), warga Jalan Belimbing menyebutkan, selain meminta-minta, keberadaanya mengganggu pengendara yang berhenti, sebab terkadang gepeng maupun anak terkesan memaksa memintanya.Â
"Kalau tak dikasih, mereka memaksa supaya kita memberinya dengan cara terus meminta disamping kendaraan,"keluhnya.Â
Terlebih yang membuat dirinya heran, mesti Gepeng dan anak punk sering ditertibkan Satpol PP Kota Pekanbaru, Namun jumlahnya bukan berkurang malah bertambah.Â
"Sering ditertibkan bukannya berkurang malah bertambah, sebanarnya penanganan setelah dijaring razia seperti apa sih?" Tanya Arif.
Dirinya berharap ada upaya dari Pemerintah untuk menekan jumlah gepeng dan anak punk di Pekanbaru. "Kita inginkan jumlahnya berkurang, karena keberadaan mereka mengganggu ketertiban, dan merusak keindahan kota,’’harapnya.Â



