TEMBILAHAN -- Menjelang kontestasi demokrasi Pemilikada Inhil tahun 2018 suhu politik di  negeri berjuluk hamparan kelapa dunia semakin memanas.

Animo politik masyarakat dapat dirasakan di warung-warung kopi dan perbincangan para netizen di sosial media.

Posisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) selalu menjadi bahan diskusi masyarakat, terutama terkait figur yang akan diusung Partai besutan Muhaimin Iskandar tersebut pada Pilkada Inhil mendatang.

PKB yang merupakan partai pemenang Pileg 2014 lalu seakan memiliki magnet kuat yang membuat orang untuk membicarakannya, hingga ada yang beropini PKB Inhil akan pecah.

Isu perpecahan di internal PKB Inhil antara Dani M Nursalam (Ketua PKB Inhil) dan Abdul Wahid (Ketua PKB Riau) kian santer menjadi bahan diskusi dilaman media sosial hari ini. Dimana,  kedua dinilai memiliki peluang besar untuk diusung partai sebagai Balon pada Pilkada.

Namun isu tersebut ditanggapi santai saja oleh petinggi PKB di Riau, baik Wahid, Dani, maupun Iwan Taruna yang saat ini menjabat sebagai Bendahara PKB Inhil yang juga ketua Komisi III DPRD Inhil.

Selain dari petinggi PKB, suara dari akar rumput kader PKB Inhil juga tidak terpancing dengan isu perpecahan tersebut yang terkahir ini terus diberitakan beberapa media masa.