TEMBILAHAN -- Terbatasnya tenaga medis di Kabupaten Indragiri Hilir menjadi sebuah kendala dalam menunjang pelayanan kesehatan yang baik kepada masyarakat.

Untuk mengatasi hal itu,  untuk tahun 2017 ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil telah mengusulkan ke Pemda untuk merekrut 21 dokter umum dan 11 dokter gigi untuk disebar di setiap Puskesmas yang tidak memiliki dokter umum, dengan target satu Puskesmas memiliki dua dokter umum dan satu dokter gigi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Zainal Arifin menyatakan dalam melakukan percepatan pembangunan kesehatan di daerah kabupaten setempat, hingga lima tahun terakhir Inhil "Zero" pertumbuhan tenaga medis.
     
"Untuk sebaran tenaga kesehatan, dalam Lima tahun terakhir bisa dikatakan zero pertumbuhan tenaga kesehatan di Inhil sementara setiap tahun terus terjadi penurunan angka tenaga medis seperti yang sudah pensiun, pindah bahkan meninggal," kata Kadinkes Inhil, Zainal Arifin di Tembilahan, Senin.

Zainal mengatakan, upaya percepatan pembangunan kesehatan di Inhil terkendala dengan terbatasnya ketersediaan tenaga kesehatan yang dalam hal ini memiliki peran yang sangat penting.
     
Saat ini, untuk menunjang terlaksananya pelayanan kesehatan kepada masyarakat, Kabupaten Inhil yang terdiri dari 27 Puskesmas di 20 Kecamatan dan 170 Puskesmas pembantu hanya menghandalkan tenaga harian lepas, tenaga kontrak, tenaga honorer bahkan tenaga TKS.