• Noviwaldy Jusman

PEKANBARU -- Dua kali tes urin anggota DPRD Riau hasilnya negatif. Kendati demikian, masih ada anggota dewan yang belum dites urin. Untuk itu, DPRD Riau akan memberikan sanksi sosial kepada anggota DPRD Riau yang belum dites urin.

Demikian disampaikan Wakil Ketua DPRD Riau Noviwaldy Jusman. Politisi Demokrat menerangkan, tes urin sudah beberapa kali dilakukan terhadap anggota DPRD Riau dan hasilnya sudah diberitahukan kepada DPRD Riau.

"Hasilnya sudah diketahui, dua kali tes urin kedua hasilnya negatif," ungkap Noviwaldy kepada wartawan, Senin 13 Maret 2017 di gedung DPRD Riau.

Legislator Dapil Pekanbaru ini mengaku masih ada beberapa anggota dewan yang belum dites urin karena bisa jadi pada waktu tes urin mereka tidak hadir.

Noviwaldy yang akrab disapa Dedet ini akan mengecek siapa anggota  belum dites urin dan semua anggota dewan itu harus diuji dan dites urin semuanya. Sebab, jika tidak bisa saja anggota dewan tersebut diberikan sanksi sosial.

"Sanksi sosial bisa saja, dengan cara diumumkan, siapa yang sudah dan siapa yang belum dites urin, biar masyarakat tahu," ujar Noviwaldy.

Tes urin terhadap anggota DPRD Riau dan pegawai di lingkungan Sekretariat dewan sudah dilakukan akhir tahun lalu. Tes urin dilakukan setelah adanya temuan narkoba jenis sabu di gedung DPRD Riau pada tahun lalu, namun sampai saat ini belum diketahui siapa pemilik narkoba jenis sabu-sabu tersebut, kendati kasus ini sudah ditangani Polresta Pekanbaru.**(rud)