PEKANBARU -- Sejarah perjalanan Akademik Perguruan Tinggi merupakan indikator dalam membuktikan jati diri Universitas sebagai lembaga Pendidikan Tinggi yang kokoh dan tangguh dalam menyongsong Universitas Riau sebagai Universitas Riset yang senantiasa menjawab semua tantangan dalam menghadapi era globalisasi saat ini.
Universitas Riau telah berusia 55 tahun. Sejak 1 Oktober 1962 lalu. Sehingga pada hari ini, sejak 3 (tiga) tahun terakhir sejak tahun 2015 lalu, telah banyak Program Kegiatan yang sudah, maupun tengah dalam proses telah kita wujudkan bersama. Program kegiatan yang kita lakukan tersebut, merupakan amanat dari para pendiri Universitas Riau kepada kita selaku penerus Pelaksanaan Kegiatan di Universitas ini.
"Semua program tersebut, pada prinsipnya bermuara untuk menghasilkan lulusan Universitas Riau yang terdidik, cerdas secara spritual, emosional dan intlektual dengan dasar akhlak, iman dan taqwa sejalan dengan tujuan dari Pendidikan Nasional," kata Rektor Universitas Riau Prof Dr Ir H Aras Mulaydi DEA, dalam sidang senat Universitas Riau dalam rangka Milad ke-55, Wisuda Pascasarjana ke-36, Program Profesi ke-30, Program sarjana ke-99, dan program Diploma ke-40, Kamis 5 Oktober 2017 dikampus UR, Panam.
Dikatakan, dengan segala bentuk keberhasilan Pelaksanaan Kegiatan di Universitas Riau yang tercermin melalui Tiga Pilar Perguruan Tinggi atau Tri Dharma Perguruan Tinggi, meliputi Aspek Pengajaran, Penelitian, serta Pengabdian kepada masyarakat.
"Pada hari inilah, kita bersama-sama tangah menyaksikan cermin keberhasilan tersebut melalui Wisuda Periode Oktober 2017 ini, kita telah mewisuda sebanyak 3.730 orang Wisudawan," kata Aras.
Terkait hal itu pula, lanjut Dia, perasaan kita semua seakan larut di antara kebahagiaan yang terpancar dari para wisudawan UR yang hadir pada saat ini. Untuk itu, Aras berharap, melalui gelar yang di sandang, hendaknya dapat dijadikan sebuah Fakta Integritas akan mutu dan kebehasilan Universitas Riau yang dapat dimaknai lebih dalam lagi dengan mengimplementasikannya dalam kehidupan Saudara-saudara sekalian.
"Orang bijak selalu berpe¬san, “Gunakanlah ilmu, kerena ilmu adalah sarana manfaat bagi kehidupan masyarakat”, kalimat ini tentunya akan mengandung makna yang dalam bila kita renungkan secara bijak dan optimis," ungkapnya.**(mad)














